Hidup Berkelimpahan

Ayat bacaan: Yohanes 10:10
=====================
“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

hidup berkelimpahan

Manusia terus cenderung untuk memperkaya diri. Masa jabatan yang tidak berlangsung seumur hidup membuat banyak orang kalap untuk menumpuk sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya selagi mereka masih memiliki kesempatan untuk itu. Para pejabat terus saja berjatuhan akibat korupsi. Ada yang kemudian menjalani hukuman, tidak jarang pula yang kemudian lolos dengan berbagai cara. Diantara yang mengalami hukuman, mereka bisa mengatur sistem hukum dan memperpendek masa hukuman mereka jauh lebih cepat dari yang seharusnya. Tidak adil? Itu mungkin yang kita pikir, tetapi lagi-lagi keadilan di dunia sangatlah semu dan subjektif sifatnya. Dengan harta mereka bisa memanipulasi segalanya di dunia ini, tetapi mereka lupa bahwa berapapun uang yang mereka miliki tidak akan pernah cukup untuk bisa menyuap Kerajaan Allah. Kemarin kita sudah melihat ayat yang mencatat peringatan Yesus: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.” (Markus 8:36). Sekarang pertanyaannya, apakah salah bagi orang percaya untuk kaya? Apakah Tuhan menghendaki kita hidup dalam kemiskinan dan kekurangan? Sama sekali tidak. Tuhan menginginkan kita semua untuk sukses, berhasil dan hidup dalam kecukupan bahkan kelimpahan. Tetapi cara yang dipakai bukanlah cara-cara jahat seperti yang dipilih oleh banyak orang hari-hari ini dengan melakukan kecurangan, penipuan, korupsi dan sebagainya melainkan dengan menjalankan prinsip-prinsip Kerajaan Allah beserta kebenarannya,  dan kita harus ingat pula bahwa segala berkat itu bukan untuk dipakai atau ditumpuk sendiri melainkan untuk dipergunakan menjadi saluran berkat kepada orang lain.

Tuhan tidak menginginkan kita hidup susah, sebaliknya menjanjikan kita kelimpahan, dan itu bisa kita baca jelas dalam ayat berikut: “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10). Mempunyai hidup lengkap dengan segala kelimpahannya, itu janji Tuhan yang sudah diberikan kepada kita lewat kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Tuhan tidak merencanakan sesuatu yang buruk bagi kita, tetapi segala sesuatu yang indah penuh damai sejahtera lengkap dengan masa depan yang penuh harapan, seperti yang bisa kita baca dalam Yeremia 29:11. Artinya, tanpa melakukan kecurangan pun sebenarnya Tuhan sudah merencanakan segala sesuatu yang terbaik bagi kita. Bukan ala kadarnya, bukan sekedarnya, tetapi penuh dengan kelimpahan.

Tetapi ingatlah bahwa ayat ini bukan berbicara secara sempit mengenai harta yang berlimpah, meski Tuhan bisa menyediakan itu semua. Lebih dari itu, hidup  yang berkelimpahan berbicara secara luas mengenai sebuah hidup yang menyenangkan hati Tuhan dan memberkati sesama, sebuah kehidupan yang dipenuhi damai sukacita dan kerinduan untuk berbagi, kehidupan yang penuh dengan kebaikan Tuhan yang mengarah kepada keselamatan kekal bersama Tuhan. Itu tidak akan pernah bisa diukur hanya dengan besar harta yang dimiliki. Tuhan sanggup melimpahi kita dengan berkatNya yang melimpah dalam segala hal, namun ingatlah bahwa semua itu bukan untuk memperkaya diri, memberi rasa aman, membeli rasa bahagia dan sebagainya, melainkan untuk kita pergunakan memberkati sesama, memperluas KerajaanNya di muka bumi ini dan memuliakan Tuhan. Jika hati kita selaras dengan hati Tuhan dalam memandang berkat yang dicurahkan, pada akhirnya kita akan sampai pada kesimpulan seperti apa yang tertulis dalam Alkitab: “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” (Kisah Para Rasul 20:35). Semakin banyak kita diberi artinya kesempatan kita untuk memberkati orang lain lebih lagi pun terbuka lebar. Ini prinsip Kerajaan Allah dalam menyikapi berkat, dimana kita bisa semakin memuliakan Sang Pemberi, Sang Pemilik dari segala-galanya.

Takut kekurangan dan terus gelisah untuk menimbun lebih lagi menunjukkan ketidak kenalan kita kepada Allah. Menggantungkan kehidupan dengan prinsip-prinsip yang dipercaya dunia untuk mendatangkan kebahagiaan akan terus membuat kita semakin jauh dan semakin tidak mengenal Tuhan. Firman Tuhan mengajarkan kita agar tidak khawatir dan terus berpikir untuk menimbun terus menerus demi kepentingan diri sendiri. “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. (Matius 6:31-32). Tuhan tahu kebutuhan kita, dan Dia siap untuk mencukupi kita dengan segala kelimpahan berkatNya. Namun ada yang harus kita lakukan terlebih dahulu, seperti yang dikatakan oleh ayat selanjutnya. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (ay 33). Mencari Kerajaan Allah beserta kebenarannya, artinya mengijinkan Tuhan memerintah atas hidup kita dan menjalani hidup sesuai dengan kehendakNya. Itu artinya kita harus mengasihi, menolong, memberkati orang lain dan melakukan kehendak-kehendak Tuhan lainnya dalam menjalani setiap langkah kehidupan kita.

Adalah salah apabila kita berpikir bahwa uang bisa memberi rasa aman atau bahkan kebahagiaan yang kekal sifatnya. Kebahagiaan sejati itu berasal dari Tuhan dan bukan atas harta di dunia. Di saat kita tunduk pada keinginan daging untuk menimbun harta demi kepuasan, itu artinya kita tengah melakukan sebuah perlawanan kepada Allah. “Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.” (Roma 8:7-8). Kata perseteruan dalam bahasa Inggrisnya dikatakan sebagai “hostile”, menunjukkan bagaimana buruknya perseteruan yang kita buat kepada Allah ketika kita mementingkan keinginan daging ini. Daging kita akan berusaha membuat kita berpikir untuk terus mencari kenikmatan dunia, dan dunia pun menawarkan semuanya itu. Tetapi ingatlah bahwa semua itu tidak berkenan kepada Allah, yang dengan sendirinya membuat kita berpotensi untuk kehilangan kesempatan beroleh kehidupan yang kekal, menyia-nyiakan segala pengorbanan yang telah dilakukan Kristus atas dasar kasihNya yang begitu besar kepada kita. Kepada orang-orang yang melakukan kejahatan di mata Tuhan ini, firman Tuhan berkata: “Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka.” (Mazmur 49:15). Jangan sampai ini terjadi pada kita hanya karena tergoda pada kenikmatan sesaat seperti yang cenderung dijanjikan oleh dunia. Tuhan sudah mengatakan: “Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” (Lukas 12:6-7). Jika demikian mengapa kita harus terus takut kekurangan, sehingga harus tergoda melakukan banyak kejahatan?

Kita bisa mendapatkan kelimpahan lewat berkat Tuhan tanpa harus berlaku curang. Akan tetapi kita harus terlebih dahulu mencari KerajaanNya dan kebenarannya, hidup seturut kehendak Allah. Yesus sudah datang untuk memberi sebuah kehidupan yang berkelimpahan. Bersyukurlah untuk itu dan bersikaplah bijak akan hal itu. Terus taat berjalan bersama Tuhan akan membuat kasihNya mengalir dalam hidup kita, dan itu akan membuat kita terpanggil untuk mengalirkan berkat Tuhan agar menjangkau orang lain, sehingga akan semakin banyak orang yang memuji dan memuliakanNya. Ketika kita bersukacita dengan sebuah hidup yang menyenangkan Tuhan dan memberkati sesama, disanalah hidup yang berkelimpahan itu nyata dalam hidup kita. Ketika hidup kita kaya dalam kebenaran, disanalah hidup yang berkelimpahan ada dalam diri kita. Serahkan hidup kita dalam pemeliharaan Tuhan sepenuhnya dan berjalanlah sesuai kehendakNya. Dia tahu betul apa yang kita butuhkan, dan Dia siap memberikannya dalam kelimpahan.

Yesus datang untuk memberi hidup, bukan yang biasa-biasa tetapi yang berkelimpahan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan harian alkitab hidup berkelimpahan
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.