Hatiku Tergerak oleh Belas Kasihan, Mrk 8:1-9

< ![endif]-->

“Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.”(Mrk 8:2-3) 

ADA pejabat yang memberi makan kepada ribuan orang dengan alasan agar nanti dalam pemilihan umum dapat dipilih oleh masyarakat banyak sebagai caleg. Ada pula orang kaya yang mengadakan pesta besar-besaran dengan mengundang tokoh-tokoh masyarakat dan warga masyarakat dengan alasan untuk promosi, agar usahanya berhasil dan perizinannya lancar.

Ada pula paroki yang merayakan peringatan ulang tahun yang ke 70 secara besar-besaran pula dengan anggaran puluhan  juta rupiah, dengan tujuan agar Gereja dapat menarik banyak orang masuk agama Katolik; juga agar Gereja semakin populer dangan dikenal oleh masyarakat banyak.

Namun kegiatan ini menuai banyak kritik.

Yesus memberi makan

 Dalam kisah ini, penginjil Markus menceriterakan bahwa Yesus memberi makan paling sedikit 4.000-an orang. Yang sangat menarik yaitu bahwa alasan mengapa Yesus memberi makan orang banyak ini karena tergerak oleh belas kasihan.

Orang-orang yang mengikuti Yesus ini telah dengan setia sampai tiga hari mendengarkan Yesus yang mengajar, bahkan sampai tidak pulang. Ini membuktikan iman mereka. Orang-orang ini sangat haus akan ajaran Yesus, sehingga inilah yang menggerakkan hati Yesus untuk  membalas kesetiaan mereka.

Cara Yesus memberi makan pun sangat mengagumkan. Para murid tidak disuruh berbelanja atau pesan di catering, tetapi Yesus hanya meminta ada berapa makanan yang tersedia pada mereka. Ternyata ada 7 roti dan beberapa ikan.

Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya mereka membagi-bagikan kepada orang-orang. 

Ternyata di sini nampak sekali bahwa Yesus mau memperhatikan orang yang setia dan percaya kepadaNya. Hal ini juga menguatkan kita agar kita tidak perlu cemas dan khawatir. Orang yang sudah melupakan dirinya bagi Tuhan, maka Tuhanlah yang akan mengurus kebutuhan hidup orang itu.

Sebaliknya kita diajak untuk meneladan Yesus yaitu berbagi rejeki bagi orang-orang yang sangat membutuhkan pertolongan kita pada saat ini,karena bencana banjir dan bencana gunung berapi. Tuhan Yesus mengatakan:” Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Photo credit: Yesus memberi makan banyak orang (Ilustrasi/Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.