Hati Keras Membatu (2)

(sambungan)

Jika melihat kitab Perjanjian Lama, ada satu tokoh yang dikenal memiliki kekerasan hati luar biasa, yaitu Saul. Salah satu contoh bisa kita lihat dalam 1 Samuel 23:1-13 ketika Daud mendapat mandat dari Tuhan untuk menyelamatkan kota Kehila dari serangan orang Filistin. Ketika Daud sukses melakukannya, Saul kemudian mendengar bahwa Daud sedang ada di Kehila. “…Lalu berkatalah Saul: “Allah telah menyerahkan dia ke dalam tanganku, sebab dengan masuk ke dalam kota yang berpintu dan berpalang ia telah mengurung dirinya.” (ay 7).

Lihatlah betapa fatalnya kekerasan hati yang diderita Saul sampai-sampai ia tidak lagi bisa membedakan mana kehendak Tuhan dan mana yang tidak. Yang lebih parah, ia bahkan membawa-bawa nama Tuhan sebagai pembenaran akan tindakannya sendiri.

Ada banyak di antara orang percaya sekalipun yang bertingkah laku dan punya pola pikir seperti ini. Mereka akan dengan mudah menghakimi bahwa orang yang terkena masalah atau bencana sebagai akibat dari dosanya sendiri walau tidak tahu apa-apa tentang orang itu. Atau lihatlah orang-orang yang berlaku jahat dengan mengatasnamakan Tuhan agar mendapat legitimasi atas perbuatannya. Semua ini berawal dari sikap keras hati yang terus dibiarkan sehingga membatu sampai sulit dilembutkan kembali.

Kita pun diingatkan: “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif” (Efesus 5:15). Firman Tuhan juga berkata: “Tetapi apabila pernah dikatakan: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman” (Ibrani 3:15). Ingatlah bahwasanya hati merupakan pusat kontrol dari segalanya, dan Alkitab juga sudah mengingatkan bahwa segala kecemaran itu timbul dari hati yang tidak terjaga dengan baik. “Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.” (Markus 7:21-22).

Apabila ada diantara teman-teman yang masih keras hatinya, hari ini juga, segera gantikan hati yang membatu itu dengan sebuah hati yang lembut agar Firman Tuhan bisa masuk dan tertanam dengan baik disana. Jika kita menginginkan pencurahan Roh Kudus dalam hidup kita dan melihat langsung manifestasiNya dalam gereja dimana anda bertumbuh, kita harus terlebih dahulu memeriksa kembali keadaan hati kita masing-masing. Periksa hati kita masing-masing, jika masih ada bagian-bagian yang keras di dalamnya, bertobatlah dan lembutkan secepatnya, karena itu hanya akan merugikan diri kita sendiri dan membawa kita kepada kehancuran.

Kekerasan hati bisa menghancurkan hidup dan masa depan kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Published by Renungan Iman Katolik

Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.