Hati Berani Melawan Ketidakadilan dan Kebusukan

Rabu, 12 Oktober 2016
Pekan Biasa XXVIII
Gal 5:18-25; Mzm 1:1-4.6; Luk 11:42-46

Sekali peristiwa Yesus bersabda, “Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi!” … Seorang ahli Taurat menjawab, “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.” Tetapi Yesus berkata lagi, “Celakalah kalian juga, hai ahli-ahli Taurat …. ”

BASUKI “Ahok” Tjahaja Purnama adalah sebuah fenomena dalam politik Indonesia karena gaya bicara yang blak-bakan dan penuh perlawanan. Ia menarik banyak pendukung juga penelikung. Ia menghadirkan tonggak sejarah bagi inklusivitas di Indonesia karena ia adalah Gubernur Jakarta pertama beretnis Tionghoa dan beragama Kristen.

Dalam refleksi saya, hidupnya dapat membantu kita memahami sabda Yesus dalam Injil hari ini. Yesus mencela kaum Farisi dan ahli Taurat dengan berkata, “Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi! … Celakalah kalian juga, hai ahli-ahli Taurat!”

Ahok menggunakan kata-kata keras melawan ketidakadilan dan kebusukan bukan karena kebencian tapi demi keadilan dan kesejahteraan umum. Saya percaya, Yesus Kristus juga menggunakan kata-kata keras bukan karena kebencian tapi untuk keselamatan kaum Farisi dan ahli Taurat. Ia bahkan menyerahkan hidup-Nya demi keselamatan mereka juga.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita bersembah sujud di hadirat Yesus Kristus yang memurnikan jiwa dan hati kita. Di sana kita dipanggil untuk memiliki relasi lebih dekat dengan Allah dan hati yang berani bersaksi tentang kebenaran.

Tuhan Yesus Kristus anugerahilah kami hati yang berani mengatakan kebenaran melawan ketidakadilan dan kebusukan. Bebaskan hati kami dari hasrat cinta diri. Semoga kami memiliki ruang bagi kebaikan dan kerahiman bagi sesama kini dan selamanya. Amin.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.