Harta, Kekuasaan dan Popularitas (2)

(sambungan)

3. Popularitas
Kembali gagal lewat cara kedua, iblis mencoba godaan lain yang bagi kebanyakan orang tidak kalah menggiurkan. “Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” (ay 9-11). Jatuh dari bubung lalu ditangkap malaikat, ini berbicara mengenai sebuah tawaran akan popularitas. Betapa seringnya orang lupa diri ketika terkenal lalu kemudian hancur berantakan karena secara mental dan rohani mereka belum siap untuk itu. Dosa kesombongan, merasa tidak butuh Tuhan, merasa seperti yang punya dunia, menganggap semua bisa dibeli. Iblis sungguh senang menyerang titik lemah manusia yang satu ini. Tapi Yesus menyanggahnya. “Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (ay 12). Mencobai Tuhan? Jelas. Jika tidak waspada terhadap popularitas, maka hati kita bisa berubah menjadi sombong dan merasa bahwa kita tidak butuh Tuhan, atau bahkan merasa bahwa kita berada di atas Tuhan. Selain dua poin di atas, hal yang satu ini pun tidak boleh kita lupakan.

Dari perikop Injil Lukas pasal 4 ini kita bisa melihat ketiga area yang sering menjadi sasaran empuk bagi iblis. Iblis tahu bahwa manusia rata-rata lemah terhadap ketiga poin di atas. Godaan lewat wanita mungkin juga besar, tapi secara umum ketiga hal yang dibahas hari ini jauh lebih kurang diperhatikan alias lengah kita awasi. Iblis selalu menganjurkan hal ini dan dunia sepertinya percaya bahwa ketiga hal ini menjamin kehidupan yang bahagia. Padahal sekali kita ijinkan, iblis akan menari-nari memanfaatkan setiap celah lewat ketiga hal tadi.

Sekali lagi, kaya, berkuasa dan populer itu tidaklah salah. Bahkan Tuhan sendiri menjanjikan kita untuk menjadi kepala dan bukan ekor. (Ulangan 28:13). Tetapi kita wajib memperhatikan jalan yang kita pergunakan untuk mencapai itu. Dan Tuhan sendiri sebenarnya sudah memberitahukan jalan mana yang sebenarnya harus kita ambil. “apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.” (ay 13-14). Itulah kuncinya, bukan berkompromi terhadap dosa atau terus membuka celah yang bisa dimasuki iblis untuk menancapkan kukunya. Alkitab sudah memberi peringatan yang sangat sederhana untuk terus kita camkan: “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” (Efesus 4:27).

Iblis bisa memanfaatkan celah sekecil apapun untuk menghancurkan kita, dan seringkali siasatnya adalah dengan melimpahi kita terlebih dahulu dengan segala kenikmatan yang begitu dirindukan oleh dunia. Hari ini dengan jelas kita diingatkan agar tidak tergiur dengan berbagai tawaran-tawaran penuh jebakan tersebut. Hal ini juga sejalan dengan sebuah ayat yang sudah tidak asing lagi bagi kita lewat perkataan Kristus yang berbunyi: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33). Tuhan sebenarnya telah menjanjikan untuk menambahkan semuanya kepada kita, di dalamnya tentu termasuk harta, kekuasaan dan popularitas. Tetapi kita harus terlebih dahulu mencari KerajaanNya beserta segala kebenaran yang terkandung didalamnya. Segala yang Dia sediakan ada dalam KerajaanNya, dan akan segera kita peroleh setelah menemukannya. Menjadi kaya, terkenal dan berkuasa itu tidak serta-merta salah, tetapi adalah penting untuk kita perhatikan, apakah itu berasal dari Allah atau justru semakin menjauhkan kita daripadaNya dan mengarahkan kita untuk terjerumus lebih dalam lagi ke dalam berbagai perangkap iblis. Alangkah baiknya apabila itu dipergunakan untuk menjadi saluran berkat, mencerminkan sosok Kristus secara benar kepada yang belum mengenalnya atau yang terlanjur mengenal secara keliru. Hari ini marilah kita sama-sama mencermati segala langkah kita dalam bekerja. Jangan sampai kita tergiur dan lebih tertarik pada siasat-siasat iblis atas segala kenikmatan yang fana lalu meninggalkan rencana yang telah Dia persiapkan bagi kita.

Harta, kekuasaan dan popularitas merupakan tiga hal yang dimanfaatkan iblis untuk menghancurkan kita, berhati-hatilah menyikapinya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.