Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus Jumat 28 Juni 2019

Posted on

Jumat, 28 Juni 2019

Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus 

Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus 
Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus

Hati Yesus yang Mahakudus sebagai perapian cinta kasih yang bernyala-nyala adalah lambang dan ungkapan nyata dari kasih abadi Allah —- Paus Paulus VI

     
Antifon Pembuka (Mzm 33 (32): 11, 19)
Rancangan Hati-Nya dari angkatan ke angkatan untuk melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

The designs of his Heart are from age to age, to rescue their souls from death and to keep them alive in famine.
Cogitationes Cordis eius in generatione et generationem: ut eruat a morte animas eorum et alat eos in fame.
S. Exsultate iusti in Domino
U. Rectos decet collaudatio.
Gloria Patri et Filio et Spiritui Sancto
, sicut erat in principio, et nunc et semper; et in saecula saeculorum. Amen.

 

 
Pada misa ini ada Madah Kemuliaan dan Syahadat

Doa PembukaYa Allah, dalam Hati Putra-Mu yang dilukai oleh dosa kami, Engkau berkenan menganugerahi kami harta cinta kasih yang tak terhingga. Bantulah kami menyatakan bukti yang tulus kepada-Nya dan memberikan pemulihan yang pantas bagi dosa kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (34:11-16)

 
“Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring tenang.”
Beginilah firman Tuhan, “Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya. Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya; Aku akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel , di alur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu. Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel . Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan Allah. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah. 
   
Mazmur Tanggapan, do = d, 3/2, 2/4, PS 849
Ref. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ayat. (Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6; Ul: 1)
1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: ‘ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. ‘Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan, di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Kausiapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku. Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.
4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi mengiringi langkahku selalu sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan sekarang dan senantiasa.Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (5:5b-11)

 
“Allah melimpahkan kasih-Nya atas kita.”
Saudara-saudara terkasih, kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar–tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati–. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 961
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 10:14)
Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (15:3-7)

   
“Bergembiralah bersama dengan daku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan.”
Sekali peristiwa Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, lalu kehilangan seekor, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia lalu meletakkannya di atas bahu dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Harus kjta akui bahwa hal yang paling sulit dari kebanyakan orang termasuk kita adalah tetap mengasihi dan bahkan mengampuni orang yan g membenci kita, orang yang telah memfitnah kita, orang yang melawan kita. Kita tahu dan paham bahwa Tuhan meminta kita untuk saling mengasihi dan juga mengampuni, tetapi nyatanya dalam praktik: aduh sulitya. Tetapi itu bukan lalu perkara yang mustahil, asalkan apa? Asalkan kita memohon agar Hati Allah sendiri semakin dominan dan menguasai hati kita, sehingga hati-Nya memimpin dan merasuki seluruh sudut hati kita.

Hari ini Gereja merayakan Hati Kudus Tuhan Yesus. Manakah inti terdalam dari hati Tuhan? Jawabnya terungkap dalam bacaan-bacaan hari ini. Bacaan pertama menunjuk hati Allah yang berhati gembala agung: mencari yang hilang, membawa pulang yang tersesat, membalut yang luka, menguatkan yang sakit, melindungi Yang kuat dan gemuk. Hal im’ dipertegas dan dinyatakan secara lebih gamblang dalam perumpamaan dari Tuhan Yesus bagaimana seorang gembala rela meninggalkan 99 ekor domba, hanya untuk mencari satu domba yang tersesaL Bukan berarti yang 99 ekor tidak penting! Tetapi, mau mengatakan bahwa Sang Gembala yaitu Tuhan sendin‘ tidak pernah mau kehilangan seeker pun, tidak mau kehilangan satu orang atau satu umat-Nya pun. Kasih sayang dan belas kasih Allah yang begitu agung juga digemakan Santo Paulus pada bacaan kedua hari ini: “Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, apalagi sekarang, di saat kita telah diperdamaikan pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya.” Ini penting sekali: saat kita masih menjadi pendosa dan bahkan belum bertobat…. Kristus Sang Putra Allah telah rela wafat untuk mendamaikan kita yang masih berdosa dam belum bertobat itu dengan Allah. Ini perlu digarisbawahi: saat kita masih berdosa dan belum bertobat, kita sudah diperdamaikan berkat wafat Tuhan kita Yesus Kristus.

Pada hari raya ini, kita tidak harus merenungkan bagaimana sikap dan tingkah laku kita, karena kiranya cukup mudah ditebak bahwa kita masih susah mengasihi dan mengampuni orang yang membenci dan yang tidak baik kepada kita. Marilah kita cukup memandang kemudian bersujud di hadapan Sakramen Mahakudus yang menghadirkan Hati Kudus Tuhan Yesus sendiri. Sakramen Mahakudus menghadirkan seluruh diri Tuhan Yesus Krislus yang telah mengampuni dan memperdamaikan kita, bahkan saat kita belum sadar dan belum bertobat…, Dia telah mengampuni kita. Betapa agung Hati Tuhan kita Yesus Kristus.

   

Antifon Komuni (Yoh 7:37-38)

Tuhan bersabda, “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, dari dalam hatinya akan mengalir air hidup.”

Thus says the Lord: Let whoever is thirsty come to me and drink. Streams of living water will flow from within the one who believes in me.

atau (Yoh 19:34)
  
Seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

One of the soldiers with a spear opened His side, and immediately there came out blood and water.

Unus mílitumláncea látus éjus apéruit,et contínuo exívit sánguis et áqua.


EM/Insprasi Batin 2019

Sumber: renunganpagi.blogspot.com

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.