Habis Avtur, Malaysian Airlines MH370 Sengaja Dibiarkan Jatuh? (3)

< ![endif]-->

TEORI spekulasi lain yang kini muncul adalah pertanyaan: mungkinkah pesawat Malaysian Airlines MH370 dengan penumpangnya 239 orang ini sengaja dibiarkan jatuh ke laut? Membiarkan jumbo jet Boeing 777-200 ER ini sampai terjerembab ke laut bebas seperi kasus tragedi Adam Air –sekalipun penyebabnya berbeda–  begitu tanki avturnya mulai kosong?

Spekulasi ini mengemuka di benak saya, terutama setelah Perdana Menteri Malaysia Rajib Razak menyebutkan pergerakan MH370 yang keluar ‘jalur penerbangan’ menuju arah Samudera Indonesia itu terjadi atas ‘arahan’ yang disengaja oleh seseorang di dalam kabin pesawat. Kalau itu murni pembajakan, lalu motifnya apa?

Siapa pula nama pembajaknya dan kemana pesawat jumbo ini dia arahkan untuk terbang dan kemudian ‘mendarat’? Kalau pun tidak sampai ke destinasi yang dikehendaki ‘pembajak’, lalu dimana titik akhir penerbangan MH370 yang sempat melintasi perairan Selat Malaka, Teluk Andaman, Teluk Bengggala dan kemudian Samudera Indonesia ini?

Seribu pertanyaan masih belum terjawab hingga kini. Sementara, ratap tangis belum juga selesai di kalangan kerabat penumpang. Dan yang pasti, andaikan pesawat itu akhirnya dibiarkan jatuh ke laut, maka pada hari ketujuh pasca hilangnya MH370 itu sudah pastilah semua orang akan tewas.

Kalau pun ada yang selamat hidup, maka itu namanya mukjizat.

Malaysian airline PM konferensi pers

PM Malaysia Rajib Razak dala konferensi pers yang disiarkan langsung pada hari Sabtu (15/3) siang. (Courtesy of CNN.com)

Mencari jawab

Guna mencari jawab dan solusi atas berbagai pertanyaan kritis itu, otoritas Malaysia kini memfokuskan pada beberapa hal penting, yakni:

  • Investigasi serius terhadap data penumpang dan awak pesawat dengan maksud mencari indikasi apakah ‘perintah’ membawa MH370 keluar jalur penerbangan itu datang dari mulut awak pesawat.
  •  Tentu, perintah itu bisa saja datang dari pilot, kopilot, purser, awak kabin atau bahkan penumpang. Nah, kalau misalnya datang dari pilot dan kopilot, apakah itu dilakukan secara bebas atau dalam kondisi batin dipaksa oleh orang lain dengan –misalnya saja—todongan senjata atau ancaman lain.

·         Pernyataan PM Malaysia hari Sabtu (15/3) siang tadi sudah jelas mengatakan, melencengnya rute penerbangan itu memberi kesan kuat memang telah disengaja.Kesimpulan itu diambil, karena berdasarkan data terbaru satelit menyebutkan, masih terjadi berbagai komunikasi ‘ping’ dengan satelit sekalipun  transpondernya telah dengan sengaja dimatikan guna menghindari lacakan radar dan kontrol penerbangan dari menara-menara air traffic control (ATF).

·         Areal pergerakan SAR ini difokuskan pada perairan Samudera Indonesia, Laut Andaman dan Teluk Benggala yang mengarah ke perairan India.

Menuju dua titik singgung penerbangan

Operasi SAR kini diarahkan menuju ke Samudera Indonesia dan perairan di sekelingnya, setelah otoritas Malaysia diyakinkan oleh pihak Amerika Serikat bahwa memang terjadi beberapa kali kontak sateelit dengan pesawah nahas MH370 itu. Menurut PM Malaysia Rajib Razak,  pergerakan pesawat Malaysian Airlines yang mencurigakan itu terjadi melalui dua titik jalur penerbangan yakni

  • Titik singgung pertama ada di Utara yakni dimulai dari garis perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan menuju lintas terbang di Thailand Utara. Sekedar melawan lupa, Kazakhstan dan Turkmenistan adalah dua negara bekas anggota Uni Soviet.
  • Titik singgung kedua ada di Selatan yakni dari kawasan Indonesia –Sumatra—menuju Samudera Indonesia.

Nah, yang terjadi kemudian –kata PM Malaysia Najib Razak—adalah sesuatu yang tidak biasa dalam dunia penerbangan, yakni:

  • ·Sistem komunikasi MH370 sengaja dimatikan persis sebelum penerbangan keluar jalur itu memasuki kawasan udara (airspace) Malaysia. “Tepatnya, sebelum memasuki kawasan udara di Tanjung Malaysia,” kata Najib Razak.
  • Sistem transponder yang bisa mengirim data tentang tinggi terbang, kecepatan terbang dan lain-lain juga sengaja dimatikan. “Kita tidak tahu siapa yang melakukan itu…., yang pasti begitu mencapai kawasan udara di garis perbatasan Malaysia-Vietnam dimana ada pos-pos ATC, maka transponder itu juga dimatikan,” jelas perdana menteri Malaysia yang punya darah keturunan Bugis di Sulawesi Selatan ini·       .

ATC di kawasan daratan Sepang di Malaysia mencatat data sebagai berikut:

  • MH370 kehilangan kontak dengan menara pengawas pada hari Sabtu jelang subuh pada pukul 01.30 pagi waktu Malaysia. Dan itu terjadi hanya 45 menit setelah lepas landas dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA).
  • Kontak terakhir dengan satelit di luar angkasa terjadi pada pukul 08.11 jelang siang pada hari Sabtu. Itu terjadi hampir 7 jam setelah hilang kontak komunikasi dengan menara pengawas ATC di Sepang.

Maka, teori konspirasi yang kemudian berkembang adalah pertanyaan: selama berjam-jam terbang tanpa bisa dilacak ATF, lalu kemana perginya MH370 itu? Dengan maksud apa pula, MH370 membiarkan diri tak mau dilacak oleh otoritas pengatur penerbangan di darat (ATC)?

Pertanyaan kritis kita sekarang adalah mengapa pula tidak ada tindakan preemptif dari –misalnya—Angkatan Udara Malaysia untuk merespon cepat adanya ‘pesawat hilang’ yang terjadi di kawasan udara negeri jiran ini.

Beberapa jam sebelum ada pengumuman resmi dari pemerintah Malaysia melalui PM Najib Razak, beberapa ahli penerbangan Amerika sudah mengontak CNN memberi informasi sahih dengan pertanyaan-pertanyaan ini:

·         Data radar yang dimiliki Angkatan Udara Malaysia mencatat peristiwa sebagai berikut:

  • Pesawat Malaysian Airlines itu melakukan perubahan ketinggian jelajah terbang dengan naik pada ketinggian 45 ribu kaki, namun kemudian turun sampai angka 23 ribu kaki dan kemudian naik lagi.
  • Dari yang semula menuju kawasan udara Vietnam ke arah Beijing di China, MH370 malah berbelok arah: kembali ke kawasan udara Malaysia.    

      Siapa yang punya ‘komando’ memerintahkan pergerakan manuver udara yang sangat tidak lazim itu?

·         Mungkinkan pilot ada dalam posisi dipaksa atau di bawah ancaman sehingga nekad melakukan hal-hal ‘terlarang’ yakni mematikan transponder dan sistem komunikasi pesawat dan yang lebih mencengangkan lagi: berbelok kembali ke jalur penerbangan menuju kawasan udara Malaysia?

Atas beberapa hal sangat mencurigakan ini, otoritas keamanan dalam negeri Malaysia kini merangsek menuju rumah pilot MH370. Pilot MH370  adalah bernama Zaharie Ahmah Shah; umur 53 tahun. Sementara, kopilotnya bernama Fariq Ab Hamid, dan baru berumur 27 tahun.

Atas nama kemanusiaan, upaya SAR selama sepekan terakhir ini sudah melibatkan 14 negara, termasuk Indonesia. Sudah ada 43 kapal dan 58 pesawat intai dan pemindai dikerahkan untuk melacak titik singgung dimana barangkali pesawat MH370 ini terbang dan kemudian –misalnya saja—jatuh ke laut karena kehabisan avtur.

Sungguh menyedihkan memang –seperti kata orang bijak—yang mengatakan life sometimes ends with a big mystery.

Photo credit: Doa untuk pesawat nahas Malaysian Airlines MH370 (Courtesy of Rakyat Marhaen blogspot)

Tautan:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.