Gereja Paroki St. Petrus Pekalongan Kena Banjir Jilid Tiga

< ![endif]-->

SEJAK pagi dinihari beberapa hari lalu, kawasan Pekalongan di jalur Pantura Jawa Tengah kembali diguyur hujan deras selama beberapa jam tanpa henti. Hasilnya sungguh nyata, beberapa kawasan di Kota Batik ini pun tergenang banjir oleh dua kombinasi efek yakni curah hujan sangat tinggi dan sungai-sungai yang meluap melampaui tubir pinggiran sungai.

Gereja Paroki St. Petrus Pekalongan pun tak kuasa  menahan luapan air sungai dan genangan air limpahan air hujan. Maka mulai basement parkir mulai tergenang air. Saluran pembuangan air sekarang berubah menjadi saluran masuk air banjir mengalir ke dalam.

Sepanjang Jl. Blimbing sebelah kompleks gereja juga bernasib sama: terendam banjir.  Usai misa pagi pukul 06.00, tinggi air masih setinggi mata kaki. Setengah jam kemudian, genangan air sudah setinggi lutut dan cenderung semakin membumbung tinggi.

Mobil dilarang lewat, karena deru mobil akan menimbulkan efek gelombang air masuk ke rumah-rumah penduduk. Kalau mau nekat, sepeda motor ya silakan laju tapi dengan risiko akan macet di tengah jalan di antara genangan air yang memasuki lobang busi atau knalpot.Pekalongan Gereja Banjir 2

Sungai Loji yang berada di sebelah gereja terlihat sudah mulai meninggi arus air yang begitu deras. Rasanya, dalam beberapa saat lagi ketika tinggi air akan mencapai angka 10 cm maka lapangan badminton gereja pun akan siap tergenang air sungai.

Seperti hari-hari sebelumnya ketiga gereja dihantam banjir jilid satu dan dua, maka pada banjir jilid tiga ini, Gereja Paroki St. Petrus Pekalongan akan menjadi areal pengungsian lagi. Rasanya, saya lihat umat masih banyak enggan meninggalkan rumahnya yang sudah kebanjiran untuk mengungsi.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.