Gereja Mungil Hasil Swadaya Umat Penarik di Tengah Perkebunan Sawit di Bengkulu

Pengantar Redaksi:
Inilah hasil pelatihan jurnalistik yang diampu oleh Komsos Keuskupan Agung Palembang. Artikel pendek ini dikerjakan oleh Magdalena MS Simarmata dan Ester Kellia Galingging, keduanya murid SMA Negeri Penarik, Muko-muko, Provinsi Bengkulu.

——————–

SEBELUM diberkati dan diresmikan sebagai sebuah Unit Pastoral, Maret 2011, Unit Pastoral Penarik hanya memiliki sebuah gereja yang mungil. Saat itu, gereja kecil ini masih bisa menampung umat yang datang untuk merayakan ekaristi.

Namun bertambahnya jumlah umat yang merayakan ekaristi setiap akhir pecan, gereja yang berdiri di tengah-tengah kebun kelapa sawit ini pun tidak mampu lagi menampung umat. Langkah seribu pun ditempuh.

Umat mulai tergerak hati untuk membangun gereja yang lebih besar.

Sebelum tahun 2011, umat menginginkan gereja yang sederhana ini menjadi lebih megah.
Umat mengumpulkan dana dari tahun 2011 sampai tahun 2015. Hasilnya, pembangunan gereja telah selesai setengah,” tutur Romo L. Setyo Antara SCJ, Pastor Unit Pastoral Penarik, Muko-muko, Provinsi Bengkulu.

Ia mengatakan, kapasitas gereja yang kurang memadai membuat umat menjadi sadar untuk membangun gereja. Pembangunan gereja ini dilaksanakan dengan sistem gotong royong. Saat pembangunan sedang berjalan, setiap lingkungan wajib memberi minuman dan snack untuk para tukang.

Mengenai pendanaan, Romo Antoro mengatakan bahwa umat bahu-membahu menanggung biaya. Umat tidak mau mencari dana ke mana-mana untuk membangun gereja ini.

Untuk itu, dibagi dalam tiga kelompok. Pertama, umat yang kurang mampu menyumbang Rp 200.000,- untuk setahun. Kedua, keluarga yang cukup mampu menyumbang Rp 500.000,-. Ketiga, keluarga yang mampu menyumbang Rp 5.000.000,-.

Dana awal untuk pembangunan gereja ini adalah Rp 60.000.000,-. Setelah proses pembangunan mulai berjalan, diperkirakan total pengeluaran sekitar Rp 600-an juta.

Romo Antoro mengatakan, pembangunan ini akan selesai Agustus yang akan datang. Hingga sekarang, para tukang sedang memasang plafon yang akan diteruskan dengan pemasangan keramik.

“Pintu-pintu dan jendela-jendela dikerjakan di tempat lain. Begitu selesai plafon dan lantai, pintu dan jendela akan langsung dipasang,” kata Romo Antoro.

Rencananya, gereja ini akan diberkati oleh Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso SCJ pada Agustus bersamaan dengan penerimaan Sakramen Krisma bagi umat.

“Yang menggembirakan adalah umat saling membantu, saling berpartisipasi dalam kehidupan menggereja,” kata Romo Antoro SCJ asal Lampung ini.

Umat Unit Pastoral St. Yohanes Maria Vianney Penarik tersebar di tujuh stasi, yaitu Stasi Retak Ilir, Pondok Kopi, Air Bikuk, Penarik, SP 4, SP 2 dan SP 9. Jumlah umat sekitar 1.000 jiwa.

Photo credit: Gereja St. Maria Vianney di Penarik, Provinsi Bengkulu yang masuk wilayah gerejani Keuskupan Agung Palembang. (Dok. Komsos Keuskupan Agung Palembang)

Tautan: Umat Antusias Bangun Hidup Menggereja di Ketahun, Bengkulu

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.