Gempa Dahsyat Italia Tengah: Kota Amatrice Porak Poranda, Korban Tewas 159 Orang

Pemandangan kota Amatrice dari udara pasca gempa dahsyat berskala 6,2 Richter di Italia Tengah, Rabu petang tanggal 24 Agustus 2916. (Ist)

GEMPA bumi dahsyat berdaya guncang 6.2 skala Richter telah mengguncang kawasan Italia Tengah pada hari Rabu petang tanggal 24 Agustus 2016.  Bencana alam di kawasan Lazio ini telah memporak-porandakan kota Amatrice yang berpenduduk kurang lebih 2.000-an jiwa. Kota ini hancur berkeping-keping, demikian laporan pandangan mata CNN sepanjang hari Rabu malam hingga Kamis siang ini.

Yang menakjubkan, bangunan menara jam di Amatrice masih berdiri kokoh. Ketika terjadi gempa mengguncang Amatrice, denting lonceng jam ini juga berhenti berdetak.

Sampai hari Kamis siang ini, regu penyelamat masih berjuang keras untuk mencari korban selamat yang tertimbun reruntuhan puing-puing bangunan apartemen dan gedung lainnya. Laporan CNN bekerjasama dengan jaringan televisi lokal Sky TG24 menunjukkan bagaimana petugas pemadam kebakaran tampak menyelamatkan gadis cilik yang masih tertimbun puing-puing rerutuhan gedung di Amatrice. Gadis itu berhasil ditarik keluar dari reruntuha puing dan akhirnya berhasil diketahui bernama Julia.

Bangunan menara jam di Amatrice yang masih berdiri kokoh. (Ist)Bangunan menara jam di Amatrice yang masih berdiri kokoh. (Ist)

Gadis mungil cantik

“Bella ragazza!,”  teriak para penyelamat untuk menyuarakan kegirangan mereka berhasil menyelamatkan nyawa gadis cilik bernama Julia yang mereka sebut gadis cantik ini.

Hingga berita ini kami tulis dan berdasarkan rilis resmi dari Kantor Berita Italia ANSA, jumlah korban tewas sudah mencapai angka 159 jiwa. Angka ini besar kemungkinan masih akan terus bertambah, mengingat masih ada banyak orang yang dilaporkan hilang dan tidak diketahui keberadaannya.

Di kota Saletta, penduduk hanya bisa menggunakan tangan kosong untuk mengais-ais reruntuhan puing sekedar mencari tahu apakah di bawah reruntuhan itu ada korban terjebak terbenam di dalamnya. Mereka hanya bisa berteriak mengucap nama orang-orang yang mereka kenal.

Anjing pelacak yang diturunkan oleh petugas penyelamat hanya bisa mengendus jejak manusia, namun tampaknya tanda-tanda kehidupan sudah tidak ada lagi di Saletta.

Menara jam di lokasi lain yang hancur. (Ist)Menara jam di lokasi lain yang hancur. (Ist)

Banyak orang memilih tidak tidur. Mereka berjaga-jaga sembari berharap kalau-kalau saja petugas penyelamat berhasil mendeteksi anggota keluarga mereka yang dalam sekejap seperti hilang ditelan bumi.

Meski belum banyak menampakkan hasil pencariannya, namun petugas penyelamat Italia sebagaimana dikatakan Luigi D’Angelo dari Kantor Perlindungan Masyarakat,  tetap akan melanjutkan usahanya. Dalam dua hari, kata Luigi, manusia masih bisa bertahan hidup dalam kondisi terkubur di puing-puing. Itu setidaknya dari pengalaman dan beberapa kisah penyelamatan korban terkubur reruntuhan puing-puing gempa.

Gempa bumi dahsyat yang mengguncang kawasan Italia Tengah ini memaksa sedikitnya 1.000-an orang kehilangan tempat tinggalnya.

Seorang warga Italia berasal dari Bologna di Italia Utara menuturkan kepada Sesawi.Net bahwa kedua orangtuanya berhasil selamat. Antonio, demikian nama warga Italia ini, mengaku bahagia ketika dirinya mendapat telepon langsung dari kedua orangtuanya melalui sambungan telepon internasional.

Antonio bersama lima orang Italia dari Bologna tengah menikmati libur panas mereka di Indonesia dalam dua pekan terakhir ini.

avatar Co-founder dan chief editor Sesawi.Net; Konsultan Media & Communication di lembaga internasional mhariyadi@sesawi.net, mathias.hariyadi@gmail.com

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.