Gejala-gejala Paranormal dalam “Mgr. Sunarka SJ Bicara tentang Paranormal” (2)

DALAM sebuah ensiklopedi (Encyclopedie van het Christendom 1956) disebutkan bahwa gejala paranormal dibagi dalam tiga kelompok  yakni paragnosi, parergi atau para energi, dan  postmortal manifestation.

Paragnosi adalah kemampuan mengenal atau melihat dengan cara yang tidak biasa. Dalam kehidupan paragnostik, orang dapat mengenal atau mengetahui suatu peristiwa atau keadaan jiwa seseorang tidak dengan indera biasa tetapi dengan ‘indera’ yang belum kita kenal dalam paradigma yang kita sandang sehari-hari. Dalam lingkup paragnostik, paragnosi masih dapat dibedakan menjadi dua, clairvoyance dan telepati.

Clairvoyance (helderzienheid) “terawang pandang” merupakan kemampuan seseorang dalam melihat atau mengenal suatu benda, peristiwa tanpa proses inderawi tanpa pengaruh dari orang lain. Bisa berupa penglihatan atas peristiwa masa lampau ( retrognosi), peristiwa sekarang (paragnosi aktual), atau masa depan (proskopi).

John Hearney melukiskan secara singkat tentang ‘clairvoyance’ ini sebagai “the knowledge of objects of objective events at a distance beyond any known menas”.

Pengertian John hearney tentang ‘clairvoyance’ ini lebih bersifat spasial. Sementara apa yang tertulis dalam buku Encyclopedie van het Christendom menunjukkan bahwa ‘clairvoyance’ bersifat spasial dan temporal.

Sementara telepati dikatakan sebagai bentuk pengenalan seseorang atas perasaan, kehendak, kesadaran  orang lain tanpa sarana-sarana komunikasi biasa.

Perlu dibedakan antara orang yang menerima dan orang yang memberikan atau mengirim. Dapat terjadi bahwa si pemberi atau pengirim bersifat pasif dan si penerima bersifat aktif. Karena itu proses ini disebut “membaca perasaan, kehendak dan kesadaran orang lain” jelas John Hearney tentang telepati “the knowledge of another’s person mental activities beyond any known means”.

Bedanya dengan ‘clairvoyance” yang lebih terkait dengan benda, warna dan peristiwa, telepati lebih berkaitan dengan gerak-gerik daya kejiwaan yakni kehendak, perasaan dan pikiran.

Artikel terkait: Mgr. Julianus Sunarka SJ Bicara tentang Paranormal dan Anugerah Adikodrati (1)

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. Padepokan kanjeng taat pribadi
  2. Kanjeng taat pribadi
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: