Fresh from the Oven

Ayat bacaan: Ratapan 3:22-23
========================
“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”

fresh from the oven, selalu baru setiap pagi

Fresh from the oven merupakan ungkapan yang dipakai orang dimana-mana untuk menggambarkan sesuatu yang segar dan baru. Saya sering memakai ungkapan ini ketika mempublikasikan artikel atau informasi terbaru dalam situs jazz saya di jejaring Facebook. Tukang roti akan dengan sangat senang memakai slogan ini karena pasti ampuh menggambarkan roti yang masih hangat, empuk dan lezat. “If something is fresh from the oven, that means it is very new”. Demikian penjelasan mengenai idiom ini di sebuah artikel yang saya baca. Bayangkan jika sebuah perusahaan makanan memakai slogan sebaliknya, “tidak pernah baru” atau “Selalu lama”, jauh benar kan image atau kesan yang ditimbulkan? Seperti itulah memang, kita selalu rindu akan hal-hal yang segar dan baru. Memulai hari baru dengan semangat baru, lepas dari pengalaman-pengalaman pahit atau memalukan di masa lalu dan bisa mulai menatap masa depan yang cerah. “It’s a new dawn, it’s a new day, it’s a new life, for me, and I’m feeling good.” kata Michael Buble dalam lagu populernya “Feelin’ Good”. Mendengarnya saja sudah menyenangkan, apalagi mengalami.

Slogan ini sesungguhnya juga dipakai Tuhan untuk memberkati kita anak-anakNya. Bahkan tidak berhenti hanya pada slogan semata, tapi Allah yang sempurna pun pasti memenuhinya karena Dia bukanlah sosok yang ingkar janji. Jika Allah berjanji, Allah pasti menepati. Dan janji itu hadir pada ayat emas yang menjadi ayat bacaan hari ini. “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:23). Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan “His tender compassions fail not, they are new every morning, great and abundant is Your stability and faithfulness.” KasihNya yang lembut tidak pernah gagal, selalu baru setiap pagi. Setiap kita bangun pagi, ada Tuhan menyapa kita dengan berkatNya yang fresh from the oven of His Kingdom. Lihatlah bahwa Allah pun selalu menjanjikan sesuatu yang segar, bukan sisa-sisa, bukan sesuatu yang kadaluarsa. Dia selalu memberkati kita dengan segala yang terbaik. Tapi seringkali kita tidak menyadari hal itu. Kita menganggap Tuhan tidak tanggap terhadap diri kita, kita lupa untuk mengucap syukur dan berterimakasih setiap kita bangun pagi. Padahal Tuhan siap memberkati kita dengan penuh sukacita untuk memulai hari dan melakukan yang terbaik hari ini. Bukankah kesibukan-kesibukan kita hari ini pun berasal dari berkatNya?

Betapa kita berharga di mataNya. Betapa besar kasihNya pada kita. Jika “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Roma 8:32). Ini menggambarkan dengan jelas betapa besar kerinduan Allah untuk selalu memberikan yang terbaik pada kita. Bahkan dengan kedatangan Kristus, kita dimungkinkan untuk mengalami pemulihan hubungan dengan Tuhan, mengalami penebusan dan dilayakkan untuk menerima berkat keselamatan, menikmati hadiratNya hari ini, merasakan kedekatan dan kasihNya yang begitu teduh secara langsung. Dalam Kristus kita diperbaharui. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17). Apakah kita mau mensyukuri hal itu dan mengimaninya dengan hidup sebagai sosok yang sudah diperbaharui, atau kita memilih untuk terus terikat pada berbagai kebiasaan buruk di masa lalu, terbelenggu pengalaman-pengalaman pahit di waktu lalu, itu semua pilihan kita. Apakah kita mau memakainya atau melupakannya, itu pun pilihan kita.Yang jelas, apa yang disediakan Tuhan sesungguhnya baru dan segar, dan itu hadir setiap pagi.

Jika hari ini kita belum menyadari benar akan hal itu, mari kenali Tuhan lebih lagi. Semakin kita mengenalNya, semakin kita mengetahui kasih dan rancanganNya buat kita, semakin kita terkagum-kagum dibuatNya. Firman Tuhan yang disampaikan kepada Hosea berkata “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” (Hosea 6:3). Lagu rohani yang sangat terkenal buah karya Afen Hardiyanto pun berbicara mengenai hal ini. “JanjiMu seperti fajar pagi hari, dan tiada pernah terlambat bersinar. CintaMu seperti sungai yang mengalir, dan ku tahu betapa dalam kasihMu.”

Jika Tuhan mengasihi kita dengan sebentuk kasih dan berkat-berkat yang baru setiap pagi, sudahkah kita memberikan yang terbaik juga bagi istri/suami dan anak-anak kita, orang tua kita, tetangga, atasan, bawahan, rekan sekerja, teman-teman di kampus atau sekolah, dan kepada orang lain di sekitar kita? Sebagai anak-anak Allah yang mencitrakan Bapanya, sudah seharusnya pula kita memberikan sesuatu yang baru, yang terbaik bagi orang lain. Perhatian terbaik, senyuman terbaik, bantuan terbaik, kualitas terbaik, usaha terbaik, cinta terbaik, semua itu mampu memberikan perbedaan nyata dimana kasih Allah bisa dirasakan oleh orang lain melalui diri kita. Seperti halnya sesuatu yang fresh from the oven yang disenangi siapapun, hidup kita pun bisa menjadi berkat yang selalu baru dan menyegarkan bagi orang-orang yang bersinggungan dengan kita setiap hari. Ketika Tuhan memberkati kita dengan penuh kasih setiap pagi, kitapun harus pula menjadi berkat yang terus segar setiap harinya. Dan ketika kita menjadi berkat, Tuhan disenangkan. Ketika anda bangun hari ini, ada berkat Tuhan yang segar dan baru dicurahkan dari tahtaNya. Sudahkah anda bersyukur kepadaNya dan siapkah anda memakainya untuk menjadi berkat buat orang lain?

God’s compassions are fresh from the oven, they are new every morning

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: