Forum Pertemuan Kateketik Antar Keuskupan se-Indonesia X di Bandung: Sesawi.Net Berbagi Pengalaman Iman (2)

BERIKUTNYA adalah tiga nara sumber lain yang ingin berkisah tentang pengalamannya mengelola website dan penggunanan media audiovisual untuk tujuan pewartaan iman. Panel ini menghadirkan Bpk. Mathias Hariyadi dan Bpk. Abdi Susanto –keduanya founder media katolik online www.sesawi.net dari Paguyuban Sesawi (Sesama Warga Ignatian—forum silahturahmi para eks Jesuit Indonesia) dan Romo Suhud SX, praktisi pengguna media audiovisual untuk pewartaan Indonesia.

Dari paparan kedua pendiri dan pengelola Sesawi.Net  Bapak Mathias Hariyadi dan Bpk. Abdi Susanto menyapa para  peserta PKKI-X untuk mau belajar dari menggunakan teknologi digital, khususnya pengelolaan website, demi pengembangan iman.

Sesawi.Net yang di-launching sejak 15 Juni 2011 mempunyai tagline “Melihat Peristiwa dari Perspektif iman: Sahabat Anda Berbagi Iman”.

Tagline ini mau menggemakan visi Sesawi.Net untuk menganimasi umat beriman dalam berbagi pengalaman imannya. Menurut Bpk. Matias Haryadi, bernarasi penting sebab dengan bernarasi ada dokumentasi khususnya dalam bentuk digital.

Sesawi.Net ini dikelola secara voluntary based karena baik pengelola dan para kontributornya hingga hari ini tidak menerima pembayaran apa pun. Mereka bekerja sukarela karena ada passion ingin menjadi ‘garam dunia’. Sesawi.Net juga siap  menyediakan diri  mau  memberi layanan pelatihan menulis, pembuatan web paroki dan training reportase jurnalistik kepada kelompok-kelompok kristiani dalam Gereja dimana pun mereka berada.

Semangat dasar yang ingin dikembangkan Sesawi.Net:

  • Mencintai Gereja, Hirarki dan selalu  memosisikan diri sebagai anggota umat Allah. Maka spirit sentire cum ecclesia harus tetap menjadi roh  utama dalam menulis berita atau bernarasi tentang pengalaman iman/beriman;
  • Kalau pun bersikap kritis (menulis berita dengan muatan negatif tentang skandal-skandal Gereja), model penulisannya tetap sangat konstruktif dan kritis terukur
  • Tidak bermain politik (penulis bukan anggota parpol dan semuanya netral);
  • Tidak ingin memperkeruh suasana tapi sebaliknya bisa member enlightment;
  • Informatif: berbagi info demi kepentingan umat dan pewartaan iman
  • Menulis laporan peristiwa/berita dalam bentuk news-feature. (Bersambung)

Photo credit: Dokumentasi Panitia Kateketik antar Keuskupan se Indonesia (PKKI ke 10) oleh Teresia Lumi

Artikel terkait:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.