Flame On! (2)

(sambungan)

Ada banyak hal dalam hidup yang bisa menyebabkan kita terpuruk di titik nadir. Beberapa contoh sudah saya sampaikan dalam renungan bagian pertama kemarin. Itu bisa membuat orang menutup diri, bagai meletakkan diri di dalam kotak tertutup atau di bawah tempayan/gantang, tidak lagi mampu melihat potensinya apalagi mempergunakannya, dan akibatnya menjadi gagal bersinar. Karena itulah Firman Tuhan berkata dengan sangat jelas agar kita mampu melepaskan diri dari segala belenggu yang menghalangi kita untuk bersinar. Bangkitlah, dan menjadi teranglah. Ketika terang kemuliaan Tuhan terbit atas kita, kita harus bisa menjadi perantaraNya untuk menerangi dunia dan orang-orang yang hidup di dalam kegelapan dan kekelaman yang menutupi/menyelimuti bangsa-bangsa.

Sebuah pertanyaan mungkin hadir dalam benak anda. Apakah kita cukup layak untuk itu? Sebagai manusia anda mungkin merasa kurang layak, atau bahkan sering disepelekan orang-orang lain. Tapi ingatlah bahwa sesungguhnya Tuhan tidak pernah menganggap anda kurang layak atau kurang pantas untuk bisa bersinar. Di mata Tuhan justru kita sangat berharga. Begitu berharga, sehingga Dia rela mengorbankan AnakNya yang tunggal untuk menggantikan kita semua di atas kayu salib. Secara tegas Firman Tuhan menyatakan hal ini: “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau…” (Yesaya 43:4a). Anda dan saya itu berharga dan mulia, dan dikasihi Tuhan. Itu artinya jelas, siapapun kita, seperti apapun keadaan kita, Tuhan menganggap kita begitu berharga bahkan dikatakan mulia. Secara spesifik Tuhan bahkan menginginkan kita seperti ini: “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.” (Ulangan 28:13-14). Perhatikan apa yang diinginkan Tuhan, dan perhatikan pula bagaimana syaratnya. Ini menjadi gambaran agar kita tidak mengalami sebuah kehilangan “image” atau gambar diri yang telah dipersiapkan Tuhan bagi kita, seperti rencanaNya atas masing-masing kita yang sudah Dia reka dalam rancanganNya jauh sebelum kita diciptakan.

Perbaiki dan pulihkanlah gambar diri yang mungkin sudah terlanjur rusak itu. Katakan cukup bagi berbagai masalah yang membuat anda terpuruk. Jangan biarkan lagi hal-hal tersebut membelenggu anda. Putuskan segera rantainya. Bangkitlah, dan menjadi teranglah. Rise and shine! Sesungguhnya kita tidak pernah diminta untuk menjadi pribadi-pribadi gelap yang terkungkung di dalam kerendah-dirian atau ketidakpercayaan diri, tetapi diminta untuk bisa menjadi terang yang mampu menyinari orang lain di muka bumi ini. Kita diminta menjadi orang-orang yang mampu memancarkan sinar terang kemuliaan Tuhan kepada orang lain, dan untuk itu Tuhan sudah membekali kita masing-masing dengan talenta-talenta istimewa. Jangan lupa pula untuk mempergunakan itu bukan untuk kepentingan atau kebanggaan diri sendiri, melainkan untuk memuliakan Tuhan. Tidak ada satupun alasan yang bisa menghalangi kita untuk tampil bersinar. Tidak ada gelap yang mampu melawan terang. Apapun kata orang, apapun kata ketidakyakinan diri anda, apapun kekurangan yang anda pikir buruk dari diri anda, apapun masalah yang membuat anda terjerembap jatuh setelah sekian lama, anda tetaplah berharga dan mulia di mata Tuhan dan Dia meminta anda untuk bangkit dan bersinar menerangi dunia yang gelap dan kelam. Seperti halnya Human Torch dalam komik Fantastic Four, anda bisa mempergunakan situasi buruk apapun yang tengah anda alami hari ini untuk menjadi batu pijakan atau landasan untuk bangkit dan kembali menyala, bersinar terang, menerangi dunia dengan sinar kemuliaan Tuhan yang sudah terbit atas diri anda. Imagine that you’ve been given the power like Human Torch, it’s time for you to say, “Flame on!” 

Bangkitlah dan jadilah terang dimana kemuliaan Tuhan dinyatakan atas kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.