Flame On! (1)

Ayat bacaan: Yesaya 60:1
=======================
“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.”

Sejak kecil saya menggemari komik-komik superhero Amerika baik terbitan DC Comics dan Marvel. Dari koleksi Marvel Comics ada sebuah grup superhero dengan keistimewaan berbeda yang dikenal dengan the Fantastic Four. Dari keempat manusia super ini saya paling suka dengan karakter Human Torch alias si manusia api. Dalam ceritanya ia memperoleh kekuatan ketika pesawat yang ditumpanginya dibombardir oleh sinar kosmik. Sejak saat itu ia bisa mengontrol kapan tubuhnya diselimuti api tanpa membahayakan dirinya. Sebuah teriakan “flame on!” akan membuatnya seperti terbakar dan ia pun terbang dengan bara menyala di sekujur tubuhnya, membuatnya kebal terhadap api dan tidak mudah ditaklukkan oleh musuh.

Berbicara soal superhero, jika anda juga menggemari komik-komiknya, anda akan menemukan bahwa meski punya kekuatan luar biasa melebihi manusia biasa, mereka pun punya masa-masa sulit. Mereka seperti kita bisa depresi, stres dan mengalami mental breakdown. Sama seperti kita, mereka juga punya titik-titik lemah yang bisa dimanfaatkan musuh agar bisa mengalahkannya. Tidak ada satupun superhero yang tidak terkalahkan, dan mereka semua pernah mengalami hal-hal mengecewakan sampai pada suatu ketika menemukan titik balik untuk kembali cemerlang. Mungkin ada di antara teman-teman yang saat ini tengah mengalami kelelahan luar biasa baik pada fisik, psikis atau juga roh. Manusia terdiri dari tiga unsur: tubuh, jiwa dan roh. Ketiganya punya perjuangan dan tantangan sendiri-sendiri sehingga pada suatu ketika bisa mengalami kelelahan. Tekanan-tekanan hidup, kekecewaan, kepahitan, problema berkepanjangan, things that doesn’t work according to our expectation, kegagalan dalam hubungan, kehilangan orang yang dicintai, penyakit yang tidak kunjung sembuh, usaha yang masih belum menunjukkan tanda-tanda membaik, rasa penyesalan yang besar, luka hati yang tidak terobati, kecapaian akibat memforsir diri bekerja berlebihan, tidak tahu kemana harus melangkah demi masa depan, semua ini merupakan beberapa contoh yang bisa membuat kita kehilangan tenaga dan harapan, sehingga membuat kita bagai hidup segan mati tak mau. Hari ini saya ingin menyampaikan bahwa Tuhan tidak ingin anda berlama-lama dalam situasi seperti itu. Membiarkan diri didalamnya tidak akan membuat perasaan anda menjadi lebih baik tapi malah akan semakin membuat anda terpuruk. Anda akan membuang banyak waktu dan kesempatan untuk berbenah dan memulai langkah baru untuk masa depan yang lebih cerah, dan anda menyia-nyiakan waktu untuk bisa tampil menjadi terang. Tampil menjadi terang? Ya, itulah yang Tuhan inginkan bagi kita, anak-anakNya yang saat ini berdiam di dunia. Jadi, apabila anda termasuk salah satu dari orang-orang yang mulai kehilangan harapan, kehilangan daya juang, motivasi dan sebagainya, ini saatnya bagi anda untuk bangkit da kembali menjadi terang.

Firman Tuhan dalam Yesaya berbunyi: “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.” (Yesaya 60:1). Dalam versi English amplified dikatakan “ARISE [from the depression and prostration in which circumstances have kept you–rise to a new life]! Shine (be radiant with the glory of the Lord), for your light has come, and the glory of the Lord has risen upon you!” Atau dalam versi Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) dikatakan “Bangkitlah dan jadilah terang, hai Yerusalem, sebab terang keselamatanmu sudah datang; Allah menyinari engkau dengan kemuliaan-Nya.” Untuk bisa menjadi terang, kita terlebih dahulu harus bangkit. Bangkit dari depresi dan situasi-situasi tidak mengenakkan yang telah sekian lama memerangkap kita,, lalu mulai bangkit mengambil sebuah langkah baru, rise to a new life. Lalu menjadi teranglah, shine, be radiant with the glory of the Lord. Mengapa atau dari mana kita bisa memperolehnya? Dalam ayat ini dikatakan, sebab kemuliaan Tuhan telah terbit atas kita. It’s been covered for such time under those not-good circumstances, but now glory of God has risen upon us. Ini adalah seruan yang sesungguhnya penting untuk kita cermati, dan ini membuktikan bahwa setiap orang percaya sesungguhnya diminta untuk bangkit. Bangkit dari segala jenis keterpurukan dan tampil kembali menjadi terang dengan terbitnya kemuliaan Tuhan dalam diri kita.

Ayat berikutnya berkata: “Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.” (ay 2). Ketika kegelapan menutupi bumi dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa, terang Tuhan terbit atas kita dan Tuhan rindu untuk menyatakan kemuliaanNya lewat kita. Jika anda menyadari bahwa dunia yang kita hidupi saat ini bukanlah bentuk dunia yang ideal seperti yang diinginkan Tuhan, dunia yang penuh kedamaian, kebahagiaan dan kejujuran dimana kasih berkuasa atas setiap orang, that means the world needs the light more than ever, and God has given it all to us. Saya menyarankan anda untuk membaca selengkapnya Yesaya pasal 60 ayat 1-22 agar anda bisa melihat seperti apa seharusnya terang anda bisa mempengaruhi atau berdampak atas banyak orang untuk berduyun-duyun, berhimpun dan datang kepada anda.

Selanjutnya, perhatikan pula ayat berikut ini. “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:14-16). Lihatlah bahwa kita direncanakan Tuhan sejak semula untuk menjadi terang. Terang tidak akan berfungsi maksimal bila diletakkan di bawah gantang atau dalam keadaan tertutup. Jika anda memiliki senter, apakah anda bisa mengharapkan senter berfungsi sesuai kegunaannya jika anda letakkan di dalam kotak tertutup? Tentu saja tidak. Senter tidak akan membawa manfaat apa-apa, meski sinarnya terang. Oleh sebab itulah agar terang kita bisa berdampak keluar, kita harus terlebih dahulu bangkit. Disanalah kita akan memancarkan sinar terang kemuliaan Tuhan kepada dunia, bukan untuk popularitas diri sendiri atau menonjolkan kehebatan kita melainkan untuk memuliakan Bapa di sorga. Ayat-ayat ini jelas menyebutkan bahwa kita tidak diminta untuk menutup diri, menghalangi sinar kemuliaan Allah yang sudah turun atas kita, melainkan tampil bersinar membawa terang demi kemuliaanNya.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.