Financial Planning: Jangan Punya Kartu Kredit Kalau tak Mampu Bayar Tunai (1)

< ![endif]-->

Rosina Simon 2

NASIHAT atau petuah tegas yang menjadi judul artikel ini diucapkan oleh bukan orang sembarangan.  Yang berani dan yakin mengucapkan kata-kata tegas itu adalah Rosina Simon, perempuan karir dengan jam terbang panjang di dunia perbankan, mulai dari Citibank hingga akhirnya menjadi Executive Director JP Morgan.

 

Yang ingin disampaikan Rosina jelas dan gamblang. Di dunia modern seperti ini, siapa tahan untuk tidak kepencut dengan tawaran memiliki kartu kredit? Kemana-mana bisa bergaya membayar cukup dengan main gesek dan bubuhkan tanda tangan. Tak perlu lagi membawa uang segepok untuk keperluan belanja atau bahkan traveling ke LN.

 

Cukup bawa kartu kredit, maka segalanya bisa terbeli dengan gampang dan super kilat: cukup sreeet tanda tangan maka belanjaan apa pun bisa dibawa pulang.

 

Namun, kata Rosina Simon,  jangan suka menjalani kehidupan riil ini dengan perangkat  life style seperti itu. Menurut hitung-hitungan kasar, kartu kredit apa pun akan selalu menerapkan bunga bank sangat-sangat tinggi. “Jadi, kalau tidak mampu bayar kontan, jangan sesekali punya kartu kredit,” tandasnya tegas.

 

Rosina Simon jelas tidak main-main dengan ucapannya itu. Kepada sedikitnya 700-an orang yang memadati seminar financial planning bertema “Little Steps that Make a Big Difference”, Rosina lalu berteori tentang bagaimana sebaiknya kita membuat perencanaan hidup sesuai dengan kekuatan finansialnya.

 Rosina Simon 1

“Prinsipnya sederhana, yakni first things first. Utamakan yang penting-penting dulu, baru kemudian kebutuhan-kebutuhan sekunder,” paparnya.

 

Ia lalu mencontohkan, banyak keluarga-keluarga muda di Jakarta ini sekarang lebih suka menjalani kehidupan sosialnya berlandaskan life style daripada kekuatan financial yang riil mereka miliki. Gengsi menjadi lebih penting daripada kebutuhan hidup lainnya seperti rumah.  

 

“Mereka tak jarang lebih mendahulukan punya mobil dulu daripada rumah. Padahal, menurut prinsip first things first, rumah adalah jauh lebih utama dibanding mobil, sekalipun mobil juga perlu,” papar Rosina yang pernah menulis buku Raising a $mart Kid dan It Starts from Home ini.

Melawan arus gaya hidup konsumtif inilah inti seminar financial planning yang dibeberkan oleh Rosina Simon dan ingin dikumandangkan oleh Komunitas  St. Thomas dari Paroki Santo Thomas Rasul, Bojong Indah, Kembangan, Jakarta Barat. Seminar financial planning ini berlangsung hari Sabtu tanggal 17 Mei 2013. “Memerangi  tendensi umum ingin kaya mendadak inilah yang ingin kami paparkan dalam seminar itu,” kata Andi Soeprapto, Ketua Panitia seminar dan penggerak Komunitas St. Thomas Paroki Bojong Indah Jakarta Barat. (Bersambung)

Tautan:  Financial Planning: Jangan Terlena Ambisi Ingin Kaya Mendadak (2)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.