Embun Rohani Pagi: Persahabatan, Cinta, dan Pengkhianatan

Ilustrasi: Relasi cinta dan benci by Behance

Kamis, 26 April 2018
Pekan IV Paskah
Bac. I: Kis. 13:13-25
Injil: Yoh. 10:22-30


“Cinta meninggalkan bekas kaki indah di atas pasir, tetapi pengkhiantan bagaikan ombak yang dapat menghapus bekas kaki indah itu dalam sekejab.”


Indahnya cinta dan persahabatan sungguh terjadi dan dialami oleh Yesus dan para murid-Nya selama tiga tahun kebersamaan mereka. Bahkan cinta itu begitu dalam sehingga sepertinya ombak dan badai besar pun tak mampu meniup menghempas dan merubuhkan tembok-tembok kokoh cinta yang dibangun di antara mereka itu.


Namun apa yang terjadi? Keserakahan karena uang telah menghancurkan indahnya cinta dan persahabatan yang terjalin di antara mereka. Cinta dan persahabatan dikalahkan dan dihancurkan oleh sebuah ciuman pengkhianatan.


Pagi ini, kita diajak untuk merenungkan dan bertanya jujur kepada hati kita masing-masing, yakni:


1) Sejauh manakah aku telah mempertahankan cintaku kepada Tuhan dan orang-orang yang kucintai?


2) Masih adakah ruang di hatiku bagi yang lain sementara yang terbaik adalah Yesus dan dia yang ada di dalam hidupku saat ini?


3) Apa saja yang dapat kulakukan sehingga relasi cintaku tetap lestari dan menjadi berkat?


Akhirnya, jika cinta itu tulus maka selalu memberi ruang bagi maaf dan kesempatan untuk dapat memulihkan luka di hati karena pengkhianatan, sama seperti Yesus yang telah memberi kesempatan kepada Petrus dan Yudas untuk merajut kembali cinta di antara mereka yang telah koyak oleh penyangkalan dan pengkhianatan.


Selamat beraktivitas di hari baru.


Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,

Imam diosesan (praja) Keuskupan Amboina; Sekretaris Uskup Dioses Amboina Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC.

Sumber: Sesawi

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.