Embun Pagi: Sesaat Ketika Engkau Dilumpuhkan oleh Tuhan

Pertobatan Paullus by Wiki

Jumat, 20 April 2018
Bac. I: Kis. 9: 1-20
Injil: Yoh. 6: 52-59

“Kadang kita harus mengalami badai; kadang kita harus dijatuhkan; dan kadang kita harus mengalami sakit dan derita barulah kita sadar untuk bertobat dan kembali kepada Allah.”

Saulus yang berkobar-kobar semangatnya untuk membinasakan para pengikut Yesus di kota Damsyik, jatuh terkapar di tanah. Ia menjadi buta selama tiga hari. Setelah sembuh karena ditumpangi tangan oleh Ananias dan dibabtis, ia menjadi Rasul bagi bangsa-bangsa asing. Ia adalah Rasul yang mengalami banyak penderitaan karena nama Yesus.

Pengalaman pertobatan Rasul Paulus memberikan pelajaran penting bagi kita bahwa:

1) Kerasnya hati kita untuk bertobat kadang harus dilumpuhkan oleh kuasa Tuhan dengan cara seperti Paulus agar kita sadar, bertobat dan berbalik kepada Allah;

2) Setiap pertobatan selalu mengandung misi untuk mewartakan Tuhan dan kasih-Nya kepada orang lain;

3) Kalau Tuhan bersama kita maka tidak ada yang perlu ditakuti. Penderitaan dan salib harus kita pikul, tapi Ia senantiasa akan menguatkan kaki kita untuk melangkah dan bahu kita untuk memikul setiap beban.

Karena itu, seberat apa pun derita dan beban yang Anda pikul karena imanmu akan Yesus, tapi ingatlah akan sabda-Nya; “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat, maka Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.”

Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,

Romo Inno Ngutra Pr Imam diosesan (praja) Keuskupan Amboina; Sekretaris Uskup Dioses Amboina Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC.

Sumber: Sesawi

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.