Duh, Sanggar Anak Akar Tertipu!

Sebuah kabar tidak mengenakkan datang dari seorang teman yang dulu aktif membantu anak-anak jalanan di Sanggar Akar. Kejadiannya belum lama ini, 6 Juni 2014 lalu.

Uang sejumlah 1.998.789 lenyap tertransfer kepada seorang Bapak bernama Rudi yang mengaku sebagai Sahabat Akar.

“Kami akan share kronologi penipuan ini sebagai pembelajaran sehingga tidak terjadi pada siapapun dikemudian hari,” ujar Roger Paath, si pegirim kabar ini.

Pkl.15.00 Wib : Salah satu pengurus Sanggar Akar mendapat telepon dari Bapak Rudi yang mengaku Sahabat Akar yg baru sampai di Indonesia dari Singapura. Dia bertanya apakah Sanggar Akar masih berada di tempat yang lama. Pengurus mengatakan tempat Sanggar Akar tidak berubah. Bapak Rudi kemudian menanyakan kebutuhan Sanggar Akar. Pengurus menawarkan akan meng-email kebutuhan, tetapi dia menolak dengan dalih ingin langsung transfer saja sejumlah 8.000.000. Pengurus memberikan no rekening Sanggar Akar dan nomor ponsel pribadi agar memudahkan komunikasi.

Pkl. 16.00 Wib : Bapak Rudi menelpon kembali dan mengatakan sudah transfer 8 juta. Dia meminta pengurus mengecheck ke ATM.

Pkl. 16.10 Wib: Staff keuangan Sanggar Akar mengecheck ke ATM dan belum ada dana masuk senilai 8 juta. Pada waktu yg sama, staf keuangan terus menerus di telp Sang Penipu, diminta mengikuti perkataannya untuk mengecheck dana karena beliau mengatakan Bank yg digunakan olehnya berbeda, sehingga proses melihat saldo masuk juga berbeda.

Pkl. 16.15 Wib : Staf keuangan Sanggar Akar kembali ke Sanggar karena HP mati. Sesampai di Sanggar, staf keuangan meminjam ponsel lain untuk melanjutkan komunikasi.

Pkl. 16.20 Wib : Pak Rudi terus menelpon dan meminta staff keuangan kembali mengecheck. Proses intimidasi lewat telepon membuat staf keuangan kembali ke ATM.

Pkl. 16.30 Wib : Staff keuangan sampai di ATM terdekat dan masih dalam keadaan diintimidasi lewat telp oleh Pak Rudi, akhirnya Staff keuangan mengikuti petunjuk angka yang disebutkan.

Pkl. 16.38 Wib : Dengan kode-kode aneh yang diberikan oleh Pak Rudi, akhirnya tertransferlah dana sejumlah 1.998.798 ke Rek.9000001xxxxx Bank Mandiri, ats Nama: PROxxx.

Pelaku penipuan masih terus menelpon meminta staf keuangan kami melakukan transaksi ulang dengan dalih mengecheck uang yg beliau transfer. Namun, kami sudah menyadari musibah penipuan ini.

“Musibah penipuan dengan modus intimidasi lewat telepon ini baru pertama kali kami alami. Kami tentu belajar dari insiden ini untuk lebih berhati-hati. Kami sungguh terpukul karena dana yang hilang adalah dana harian untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yang tinggal dan belajar di Sanggar Akar,” ujar Roger.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.