Dosa Tersembunyi (1)

Ayat bacaan: Mazmur 19:13
========================
“Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari.”

dosa tersembunyi

Sekitar satu dasawarsa yang lalu sepupu saya pernah mengalami kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya. Pada saat itu ia sedang berlibur ke luar kota. Ada sebuah truk yang berada tepat di depan mobilnya. Truk itu berjalan normal, tapi pada sebuah tanjakan tiba-tiba saja satu ban belakang truk itu terlepas dan meluncur kencang menuju mobilnya. Untunglah pada saat itu sang supir memiliki reaksi yang cepat. Segera ia membanting setir ke kiri, dan ban besar itu “hanya” menggesek sisi kanan mobil. Nyawa selamat, tapi sisi kanan mobil menjadi rusak parah akibatnya. Sepanjang perjalanan ban itu terlihat aman-aman saja, si pengemudi truk pun pasti tidak menyadarinya. Tapi pada suatu ketika masalah yang ada pada ban yang tidak diwaspadai itu menimbulkan masalah di perjalanan bahkan hampir saja menewaskan orang.

Hidup kita pun sering seperti itu. Dosa-dosa yang kita sadari atau ketahui mungkin bisa kita selesaikan melalui pertobatan yang sungguh-sungguh. Ketika itu kita lakukan, maka Allah yang maha setia dan maha adil akan segera mengampuni dosa dan menyucikan kita. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9). Meskipun hal ini sering tidak mudah untuk kita lakukan, tetapi setidaknya dengan menyadari dosa itu kita masih punya peluang untuk membereskannya hingga tuntas. Tetapi bagaimana dengan dosa-dosa tersembunyi yang tidak kita sadari? Bagaikan api dalam sekam dosa bisa tersimpan rapi di dalam diri kita tanpa kita sadari, dan pada saatnya api itu bisa timbul besar dan membakar diri kita. Bahaya dosa yang tersembunyi ini sungguh serius, karena apa pun bentuknya dan besarnya, sebuah dosa tetaplah dosa.

Daud menyadari hal itu. Dengan terbuka Daud pun berkata “Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari.” (Mazmur 19:13). Untuk jenis kesalahan atau kesesatan yang tersembunyi ini kita bisa meminta Tuhan untuk memeriksa dan membebaskan kita. Untuk itu dibutuhkan sebuah kerelaan untuk diperiksa oleh Tuhan. Bereskan terlebih dahulu segala dosa yang kita sadari, kemudian bukalah hati sepenuhnya untuk diperiksa oleh Tuhan, agar jangan sampai ada masalah yang mungkin sudah berakar di dalam diri kita tapi belum kita sadari. Dosa yang dibiarkan ada dalam diri kita, baik yang nyata-nyata kita sadari, kita tolerir untuk terus ada atau yang tidak kita ketahui tetap sama. Semua itu bisa membuat hubungan kita terputus dari Tuhan. Dalam Mazmur kita bisa melihat kesadaran mengenai hal ini. “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.” (66:18). Yesaya pun mengingatkan “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:2). Artinya, berapapun ukuran dari dosa kita, terlihat atau tidak, disadari atau tidak, semua itu akan membuat kita luput dari penyertaan Tuhan.

Daud berkali-kali berseru meminta Tuhan untuk menyucikan dirinya dari segala dosa. Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.” (Mazmur 26:1), Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mazmur 139:23-24), atau “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!” (Mazmur 51:12). Ini semua adalah seruan yang bagi saya cukup berani, karena Daud tentu sudah membereskan terlebih dahulu segala dosa yang ia sadari dari dalam hatinya sebelum meminta Tuhan untuk menguji dirinya. Tuhan siap untuk menguji diri kita, memeriksa kita dan menyucikan kita, bahkan dari yang tersembunyi sekalipun. Tapi kita harus terlebih dahulu membereskan segala sesuatu yang masih bisa kita sadari. Lakukan perenungan menyeluruh, periksa hati kita terlebih dahulu dan bereskanlah semuanya yang kita ketahui masih menghambat pertumbuhan rohani dan kedekatan kita dengan Tuhan. Dan setelah itu ijinkan Tuhan masuk memeriksa segala hal yang tersembunyi di dalam diri kita. Dosa yang tidak kita sadari tetaplah sebuah dosa yang memiliki potensi membahayakan hidup dan keselamatan kita kelak, karena itu pastikan bahwa tidak ada noda apapun yang masih tersisa mengotori hati kita.

Dosa yang tidak kita sadari tetaplah sebuah dosa yang sama berbahayanya

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: