“Doa dan Pewartaan”: Renungan, Sabtu 15 Mei 2021


Hari biasa Pekan VI Paskah (P)


Kis. 18:23-28; Mzm. 47:2-3,8-9,10; Yoh.16:23b-28.


Doa berarti mengarahkan hati kepada Allah. Ketika seseorang berdoa ia masuk dalam hubungan yang hidup dengan Tuhan Allah. Doa adalah pintu gerbang untuk berkomunikasi dengan Allah. Seseorang yang berdoa tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri dan oleh kekuatannya sendiri melainkan dia tahu ada Allah tempat dia dapat bercakap-cakap. Orang yang berdoa semakin mempercayakan dirinya kepada Tuhan Allah dan mencari kesatuan dengan Allah yang suatu hari nanti akan dijumpainya. Oleh karena itu, usaha untuk berdoa setiap hari adalah bagian dari kehidupan orang beriman.


Injil hari ini hendak menceritakan bahwa dalam diri setiap murid Yesus, hidup doa merupakan bagian yang penting. Berdoalah kepada Bapa dengan pengantaraan Yesus Kristus dan dalam Roh Kudus. Dengan itu, maka Ia akan mengabulkan doa kita. “Segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku” (Yoh. 16:23). Perkataan Yesus ini tetap dihayati gereja hingga saat ini. Semua doa kepada Bapa selalu dengan pengantaraan Yesus Putera-Nya.


Bacaan pertama menampilkan  sosok Apolos sebagai seorang awam yang fasih dalam berbicara dan mahir dalam soal-soal Kitab Suci. Bahkan ia belajar banyak tentang Jalan Tuhan dan bersaksi dengan penuh semangat tentang Yesus sebagai Tuhan dan Guru Utama. Baginya, kesaksian tentang Yesus sebagai Tuhan, bukanlah sebuah kewajiban yang harus dibuat, melainkan sebuah pertanggungjawaban iman akan Allah yang ia kenal, hayati dan hidupi. Semangat merasul yang dihayatinya, membuat dirinya bersemangat untuk bersaksi tentang Tuhan.


Sabda Tuhan hari ini hendak mau membantu kita untuk dapat memahami pentingnya doa. Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk berdoa tanpa henti kepada Bapa dalam nama Yesus. Dialah satu-satunya Pengantara kita kepada Bapa. Doa menjadi kekuatan untuk kerasulan, terutama pewartaan Injil  kepada segala makhluk. Ia sendiri berjanji menyertai Gereja-Nya hingga akhir zaman. Doa adalah kekuatan kita dalam kerasulan di tengah dunia. Sebenarnya bukanlah menjadi permasalahan kepada siapa kita berdoa, karena kita tahu Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah satu. Tetapi marilah kita memaknai setiap doa yang kita ucapkan dan menyadari bahwa doa kita memiliki daya dan kekuatan.


(Fr.Tonny Kuntag)


“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku” (Yoh. 16:23b).


Marilah berdoa :


Ya Tuhan, ajarlah kami untuk lebih dekat kepada-Mu. Amin.


Baca Renungan Pagi dari sumbernya

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.