Dipanggil Untuk Melayani


JUMLAH umat Katolik berkembang dengan cepat, namun tidak diiringi dengan pertumbuhan jumlah imam yang seimbang. Keterbatasan jumlah imam yang ada kerap menyebabkan terjadi ketimpangan dalam melayani umat. Gereja sangat membutuhkan bantuan umat yang bersedia melayani, karena tanpa partisipasi umat, tugas para imam akan menjadi sangat berat.


Injil pada hari ini, mengetuk hati kita agar memiliki kepedulian. Tuaian begitu banyak namun hanya sedikit pekerjanya. Banyak orang yang enggan untuk terjun ke dalam dunia pelayanan. Mereka mengajukan berbagai macam alasan: sibuk, tidak mampu, nanti saja kalau sudah pensiun…..


Tidak dapat dipungkiri bahwa melayani tidaklah mudah. Selain mengurbankan waktu, tenaga, pikiran dan juga materi; kita juga harus siap menghadapi komentar negatif, kritikan pedas, penolakan dari orang-orang yang kita layani.


Yesus sudah mengalami semuanya dan bahkan Ia rela menderita demi menyelamatkan kita semua. Ia yang Putra Allah, datang ke dunia untuk melayani, bukan untuk dilayani. Oleh sebab itu mari sambut panggilanNya dengan sukacita; singsingkan lengan baju kita dan berkarya di ladangNya. Buang semua kekawatiran dan rasa gentar; andalkan Dia. Dia yang memanggil kita, Dia juga yang tahu kekurangan kita, maka Dia pasti akan melengkapinya. Mohon selalu dukunganNya agar kita dimampukan untuk maju terus, pantang mundur, tetap setia dalam melaksanakan tugas panggilanNya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.