Dilarang Menghakimi Sesama Orang Berdosa

pengampunan dosa

DI dunia ini apakah ada orang yang sempurna? Jawabannya ada, yaitu Yesus Kristus. Maka Yesus disebut Hakim Agung Dunia.

Secantik-cantiknya orang, seganteng-gantengnya orang, sekaya-kayanya orang, ada cacatnya. Jika demikian, lalu mengapa ada orang menghakimi?

Apakah para hakim itu sangat sempurna? Para hakim memberi hukuman bukan karena para hakim sempurna, tetapi karena memberikan efek jera kepada orang yang melanggar. Tujuannya agar tertatanya hidup bersama. Namun sayangnya ada hakim yang memberikan hukuman bukan karena keadilan, tetapi karena dibayar.

Sabda Tuhan beberapa hari lalu, Yesus melindungi wanita berdosa dari amukan masa. Yesus hanya mengatakan, “barang siapa di antara kamu tidak berdosa hendaklah ia yang pertama melemparkan batu”.

Perkataan Yesus singkat namun menusuk bagi orang yang mendengarnya. Seringkali kita lupa bahwa kita bukanlah orang sempurna, namun seringkali ikut menghakimi orang yang bersalah.

Saya mengajak kita semua mengkontemplasikan betapa bahagianya wanita itu dibela Yesus. Yesus tidak menghakimi dan melempari batu. “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi”. Kata-kata ini merupakan kata-kata kuasa pengampunan Yesus yang bisa kita rasakan dan dengar dalam Sakramen Tobat.

Kita bersyukur bahwa kemurahan hati Yesus kita rasakan dalam Gereja Katolik. Tuhan kita Yesus Kristus bukanlah Tuhan penghukum, tetapi Tuhan pengampun dan pengasih. Kita telah memohon rahmat di Masa Prapaskah ini agar kita pun diberikan rahmat untuk bisa memaafkan dan rahmat tidak berbuat dosa lagi.

Kita bukanlah orang sempurna yang juga mempunyai kekurangan. Dilarang menghakimi sesama orang berdosa. Biarkan perdebatan kita, konflik kita terjadi, namun setelah itu tetap membangun komunikasi.
Feel free untuk sadar diri, kalau saya juga orang berdosa.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.