Dies Natalis ke-54 Unika Atma Jaya: Mgr. Ignatius Suharyo, Nilai Universal Haruslah Tetap Tertanam

UNIVERSITAS Katolik Atma Jaya hari Kamis ini (5/6) merayakan dies natalis ke-54. Acara syukur berpusat di Kapel Santo Albertus Magnus dengan misa konselebrasi bersama Bapak Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo didampingi Romo Hardijantan Dermawan Pr, Romo Markus Malar OSA, Romo Heriwibowo Pr, dan Romo Benyamin CP.

Dalam kapasitasnya sebagai Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo mejadi Pelindung Yayasan Atma Jaya, juga didapuk menjadi Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya. “Maka saya memilih tidak menggunakan kata ‘proficiat’ karena saya merasa termasuk orang dalam,” kata Uskup Agung Jakarta yang sebentar lagi akan terlepas dari tanggung jawab sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Bandung.

Seperti kesatuan Allah Tritunggal
Dalam pembukaan homilinya, Mgr. Suharyo mengungkapkan bahwa bacaan Injil yang tidak sengaja dipilih hari itu sesuai dengan intensi misa. Mengutip Injil Yohanes 17:21 “Semoga mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau…” Uskup KAJ sejak 28 Juni 2010 tersebut memaparkan tentang arti ‘satu’ yang dimaksud.

“Satu bukan sekedar kesatuan organisasi dan administrasi; merujuk pada Injil, satu adalah kesatuan relasi personal. Satu itu seperti kesatuan Allah Tritunggal yaitu Allah yang adalah Kasih,” tutur doktor kitab suci lulusan Universitas Pontifikal Urbaniana tahun 1981 ini.

“Menurut Ensiklik tahun 2005 yang dikeluarkan Paus Benediktus XVI, Allah adalah Kasih. Maka kita diutus supaya wajah Allah kembali bersinar terang. Ini merupakan proses pengilahian,” lanjut beliau dengan mengambil referensi Doa Syukur Agung ‘semoga dihimpun menjadi satu umat oleh Roh Kudus’.

Allah yang meng-kita
Selanjutnya Mgr. Suharyo menuturkan tentang istilah unik yang diperkenalkan Romo N. Driyarkara SJ ‘Allah yang meng-kita’.

“Ini merupakan proses humanisasi; aku yang menjadi kita dimana ‘aku’ tetap utuh dan ‘kita’ juga tetap utuh,” jelas Uskup Ordinariat Militer Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Presidium KWI ini.

Sekarang ini dalam bidang ilmu pengetahuan, terdapat begitu banyak sub spesialisasi. “Jangan sampai nilai universal menjadi hilang karena sub-sub spesialisasi tersebut. Maka mata kuliah umum tetap diperlukan untuk menanamkan nilai universal tersebut, agar Unika Atma Jaya bisa mewujudkan slogan KUPP (Kristiani, Unggul, Profesional, dan Peduli),” pesan Mgr. Suharyo mengakhiri homilinya.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.