Daya Pengharapan Kerajaan Surga

Kerajaan Allah by the Catholic com

Senin, 28 Juli 2014, Hari Biasa Pekan XVII
Yeremia 13:1-11; MT Ul 32:18-21; Matius 13:31-35

“Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata- Nya: Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.” (Matius 13:31)

KEMARIN  (27/07/2014) kita menerima warta tentang sukacita Kerajaan Sorga laksana harta karun dan mutiara indah berharga. Kita syukuri buah-buah Kerajaan Surga dalam hidup sehari-hari dalam kebersamaan dengan semua orang tanpa diskriminasi.

Hari ini, kita dihadapkan pada pengharan Kerajaan Surga. Pengharapan itu pasti! Ia laksana biji sesawi, yang meskipun kecil benihnya, namayn bertumbuh menjadi jenis pohon terbesar. Bahkan, makhluk ciptaan lain, burung-burung berlindung padanya. Aman sentosa,

Daya pengharapan yang sama terasakan di jiwa kita saat membaca warta bahwa Kerajaan Surga itu laksana ragi. Prinsipnya masih sama: yang kecil itu mampu mengkhamirkan seluruh adonan roti yang bermanfaat bagi kehidupan bersama.

Hal-hal kecil yang baik yang dihayati dan dihidupi dengan setia memberi daya pengharapan akan masa depan yang baik. Itu bukan sekadar optimisme psikis-psikologis, melainkan pengharapan dalam kuasa Roh Allah yang bekerja melalui yang kecil untuk hasil maksimal yang fantastik.

Hari ini, kita belajar mengalami buah-buah kesetiaan yang berbuah sukacita kemenangan dari saudari-saudara kita umat Islam. Ketekunan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan berbuah pada sukacita Hari Raya Idul Fitri. Dari hari ke hari selama tiga puluh hari membuahkan kemenangan iman kesucian jiwa-raga dalam penyerahan diri kepada Allah yang Mahabesar.

Semoga kita selalu setia berproses dari hari ke hari menuju masa depan yang adil dan sejahtera, penuh kasih dan damai, dalam kerukunan dan kesejahteraan. Dalam hal ini kita mendapat contoh nyata dari para relawan-relawati yang tulus ikhlas menyumbang untuk proses kampanye Jowi-JK beberapa waktu lalu hingga buah-buah kemenangan yang manis.

Adorasi Ekaristi Abadi adalah akumulasi dari detik ke menit, dari menit ke jam, dari jam ke hari, dari hari ke pekan, dari pekan ke bulan, dari bulan ke tahun, terus-menerus menuju keabadian. Akumulasi waktu secara kronologis (chronos) itu membawa berkah menuju pengharapan masa depan hingga akhir zaman (eschaton). Doa-doa kita di hadirat Yesus Kristus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus membawa berkah bagi masa depan kehidupan yang dimulai pada hari ini.

Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami tekun setia membangun daya pengharapan Kerakaan Surga, melalui yang terkecil sekalipun menuju kebesaran kasih dan keagungan cinta-Mu, kini dan selamanya. Amin.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.