Damai Sejahtera sebagai Panduan (2)

(sambungan)

Damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus berulang kali dinyatakan oleh Paulus terutama dalam penutup surat=Lihatlah pada akhir surat Galatia, Efesus Filipi, Tesalonika dan Timotius juga Kolose, Paulus selalu menyatakan hal yang kurang lebih sama: “Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.” Yohanes menyatakan itu juga dalam suratnya: “Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.” (2 Yohanes 1:3) Petrus pun sama. “Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus. Amin.” (1 Petrus 5:14b). Damai sejahtera dari Bapa dan Kristus akan selalu menyertai kita, dan kitalah yang memilih apakah kita mau menerima atau menolaknya, apakah kita mau menjadikannya sebagai pemandu bagi langkah, pengambilan keputusan kita atau memilih untuk mengabaikannya dan membiarkan diri kita untuk terus berjalan, mengambil keputusan dan bersikap tanpa tuntunan.
Sangatlah penting bagi kita untuk bisa mendengar baik-baik suara Tuhan. Kita tidak boleh membiarkan diri kita terus terlalu sibuk dengan hal-hal dunia dan terus menelan bulat-bulat ajaran-ajaran dunia yang keliru mengenai sejahtera dan bahagia sepanjang waktu. Kita harus mulai berpikir untuk memberi Tuhan waktu dan perhatian kita secara khusus dan serius. Tanpa itu kita tidak akan memiliki kepekaan yang cukup terhadap suara Tuhan dan kemudian hidup tanpa pernah memiliki damai sejahtera sama sekali di dalam diri kita. Selain itu jangan lupa pula bahwa ayat bacaan kita hari ini ditutup dengan peringatan agar kita senantiasa mengucap syukur. “..Dan bersyukurlah!” demikian akhir dari ayat Kolose 3:15 di atas.
Berhati-hatilah agar kita tidak dikuasai oleh kekesalan, kalap karena tidak bisa mengendalikan emosi dan sebagainya akibat berbagai persoalan dalam hidup ini. Jika kita membiarkan hal tersebut terjadi, maka akan sangat sukar bagi kita untuk menerima panduan Roh Kudus. Berilah penghargaan dan ucapan terima kasih kita kepada Tuhan. Dengan memiliki hati yang bersyukur, anda akan mendapati bahwa jauh lebih mudah untuk mendengar suaraNya jika Dia berbicara dan merasakan damai sejahtera daripadaNya. Apakah anda merasakan damai sejahtera hari ini dengan keputusan-keputusan yang sudah, sedang dan akan anda ambil? Apakah hal-hal yang anda lakukan saat ini dibarengi dengan damai sejahtera? Apakah anda bisa taat segera saat teguran lewat hati nurani anda rasakan atau anda masih cenderung membiarkan diri anda dikuasai emosi atau keinginan-keinginan duniawi? Apakah anda grusa-grusu saat mengambil keputusan termasuk yang penting atau anda termasuk yang mau berpikir baik-baik terlebih dahulu dengan hati yang sudah terlebih dahulu ditenangkan? Cara anda bersikap, mengambil tindakan atau memutuskan akan sangat menentukan bagaimana anda ke depannya. Oleh karena itu perhatikanlah baik-baik. Mintalah pertimbangan lewat doa-doa khusus anda dan tetaplah peka mendengar suara hati anda. Damai sejahtera Kristus akan selalu siap memandu anda dalam melangkah.
Jika tidak merasa damai sukacita dalam melakukan sesuatu, berhentilah segera
Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: