Cuma-Cuma alias Gratis

9 Juli - RmT

“Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” (Mat 10, 8)

RUANG laboratorium komputer sudah tersedia. Meja komputer dan kursi juga sudah tersedia. Pesanan komputer juga sudah datang. Seorang dosen berkata kepada seorang mahasiswa, “Mas, nanti tolong dicek ya komputernya yang sudah datang.” Si mahasiwa menjawab, “Ok pak. Ada uangnya gak?”

Jawaban mahasiswa itu mungkin bisa memberikan gambaran akan situasi umum masyarakat pada jaman ini bahwa segala sesuatunya tidak bisa lepas dari uang. Tidak ada makan siang yang gratis. Segala sesuatunya ada perhitungannya dan ada biayanya. Mahasiswa siap memberikan bantuan tenaga; tenaga medis siap mengobati orang sakit; para tukang siap untuk bekerja; para guru siap untuk mengajar. Banyak orang siap untuk melakukan suatu pekerjaan selaras dengan kemampuan dan ketrampilannya. Namun demikian, pelaksanaan berbagai macam pekerjaan tersebut perlu memperhitungkan biaya yang dikeluarkan. Semakin profesional seseorang di dalam suatu bidang pekerjaan, semakin mahal biaya yan harus dikeluarkan.

Memang sering terjadi bahwa sementara orang tidak tergerus oleh arus seperti itu. Mereka bekerja dengan sungguh-sungguh dan melayani dengan sepenuh hati dan segenap kekuatan tanpa memperhitungkan imbalan atau upah. Mereka tidak memasang tarif atau meminta balas jasa. Kesempatan untuk melayani sudah merupakan anugerah yang luar biasa. Kepuasan, kesembuhan dan kegembiraan orang-orang yang dilayani telah menjadi sumber suka cita yang tidak pernah mengering. Mereka sungguh menghayati sabda Yesus, “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah juga dengan cuma-cuma.”

Hidup telah diberikan Tuhan dengan cuma-cuma. Berbagai macam kebaikan juga telah diberikan oleh sesama dengan cuma-cuma. Ada banyak hal yang telah kita terima dari Tuhan dan sesama secara cuma-cuma. Maka memang sudah sepantasnya kalau kita pun memberikannya kepada sesama dengan cuma-cuma pula.

Hal-hal apa saja yang telah aku terima dari Tuhan dan sesama dengan cuma-cuma? Dan sejauh mana saya juga memberikannya kepada sesama dengan cuma-cuma?

Teman-teman selamat malam dan selamat beristirahat. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.