Ciptaan dengan Mahkota Kemuliaan

Ayat bacaan: Mazmur 8:6
===================
“Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.”

ciptaan dengan mahkota

Siapa kita ini sebenarnya? Mengapa kita ada di dunia? Ini pertanyaan yang banyak mengisi benak orang. Terlalu sering kita hanya memikirkan kekurangan dan keterbatasan kita, kesulitan membuat kita lupa hakekat keberadaan kita di muka bumi ini, dan siapa kita sebenarnya seperti yang direncanakan Tuhan. Ketika kita khawatir terhadap masa depan, tidak tahu apa yang harus kita lakukan, kita pun mudah goyah dalam menjalani hidup. Maka pertanyaan-pertanyaan itu akan mengisi pikiran kita.

Alkitab jelas berkata bahwa manusia adalah ciptaanNya yang istimewa. Pada suatu kali Daud sepertinya sedang menerawang memandang langit di malam hari yang dipenuhi bintang-bintang. Ia berkata “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” (Mazmur 8:4-5). Dibandingkan keindahan langit penuh bintang dan cahaya bulan, apakah manusia ini? Daud melanjutkan,  “Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. (ay 6). Tidak terkira keindahan dan kesempurnaan alam semesta ini diciptakan, tetapi tetap manusia sebagai ciptaan Tuhan yang berbeda, teristimewa dibandingkan ciptaan-ciptaan lainnya. Kita dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, dibuat mirip Allah, memiliki citra Allah dalam diri kita. Kita dibentuk secara unik dari debu tanah langsung dari tanganNya, lalu menghembuskan nafas hidup ke dalam kita. (Kejadian 2:7). Itu menyatakan dengan jelas bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan yang teristimewa. Dan kepada kita diberikan kuasa. Daud mengatakannya seperti ini: “Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya.” (Mazmur 8:7).

Petrus menyebutkan hal ini juga. “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” (1 Petrus 2:9). Kita disebutkan sebagai yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa kudus, milik Allah sendiri. Sebegitu istimewanya kita diciptakan. Tetapi dari ayat ini ingatlah bahwa kita punya tugas untuk menyatakan kemuliaan Tuhan pula di dunia. Menjadi penyampai berita perbuatan-perbuatan besarNya. Menjadi sosok anak-anak terang yang mewakili nama baik Bapa kita, Raja diatas segala raja. Kita dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, kita terpilih sebagai imamat yang rajani, kehidupan kita pun seharusnya mencerminkan prinsip Kerajaan dan menggambarkan citra Sang Raja. Kita diciptakan dengan tujuan mulia secara istimewa. Oleh karena itu kita harus belajar untuk hidup sesuai prinsip Kerajaan, menjadi anak-anak Allah yang benar-benar menghidupi segala hak-hak yang telah diberikan kepada kita dan melakukan tanggung jawab kita pula. Sudahkah kita benar-benar menghayati jati diri kita sebagai ciptaan spesial yang segambar dengan Allah?

We are the crown of creation

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.