Cinta Itu Masih Tetap Utuh

rumah cinta by Dean Bowen

Kedua mata saling menatap dalam keremangan malam itu, tapi hanya sepasang mata yang mengenali sosok insan yang ada di depannya. Tak ada kata yang mampu diucapkan selain tatapan mata yang mengungkapkan rasa yang telah lama terpendam. Aliran-aliran cinta yang telah mengering seakan-akan kembali tersiram air pertemuan yang tak direncanakan itu…”Tuhan, untuk apakah Engkau mempertemukan kembali kedua hati ini”?batinku. “Adakah ini hanya sebuah kebetulan saja ataukah karena kekuatan cinta itu”?
Tersirat dimatanya cinta suci yang dulu pernah ada untukku tapi entahlah apakah masih tetap utuh ataukah terbagi-bagi setelah perpisahan itu terjadi 6 tahun lalu? Ingin rasanya kubertanya sudahkah engkau mempunyai pendamping tapi kuurungkan niatkku karena telah kudapatkan jawabannya. Namun sebenarnya cintanya dan cintaku masih tetap utuh…. Dua hati yang saling mencintai dalam ketulusan akan mampu mendapat kembali serpihan-serpihan cinta yang telah lama hilang, kedua hati yang saling mencintai tak bisa dipisahkan oleh apapun!!!
Cinta itu layaknya sebuah peperangan, mudah disulut tetapi sangatlah sulit untuk dipadamkan. Bertahun-tahun ku mencoba untuk melupakan dia tapi bayangan tetap saja hadir dalam benakku. Dalam keadaan itu kurindukan sebuah pertemuan, tapi kusering menertawakan diriku sendiri karena hal itu tidak mungkin terjadi karena dunia kami berbeda. Harapan itu telah sirna karena kutak ingin hidup untuk masa lalu saja, biarlah kenangan itu abadi selalu. Apakah arti dari pertemuan malam ini? Semua terjadi dalam sekejab, tak ada yang menginginkan, dia atau aku….aku merindukan dia dan sangat merindukan dia. Aku terus bermimpi karena ku tahu mimpi itu memberi asa untuk menjalani kehidupan ini.
“Gisella”, aku mendengar namaku di sebut saat kedua mata saling berpadu
“Gilbert” kataku dengan girang dan tangan kami saling berjabatan.

Sungguh sebuah perjumpaan yang tidak direncanakan sebelumnya. Aku bahagia sekali sebab sejak dulu aku ingin bertemu dengannya meski jika pertemuan itu terjadi aku tidak hanya bertemu dengannya sendiri, sudah ada yang bersamanya itu bukanlah sebuah masalah yang terpenting bagiku adalah bertemu dirinya. Kami berdua pun melepas rindu yang terpendam sekian tahun namun hanya sebatas sahabat tidak lebih dari itu karena ternyata ia sudah memiliki pendamping baru. Dia masih memiliki cinta yang terindah, cinta yang takkan pernah tergantikan oleh apapun.

“Gisella, aku harus kembali mengurus semua berkas, minggu depan aku balik Surabaya, nanti ke aku kabarkan ke kamu”.
“ok,janji yach!” aku tidak bisa banyak berkata karena ternyata sudah ada linangan air mata, aku tidak sanggup lagi berpisah darinya.
“Ok. Aku janji. Katanya mengangkat dua jarinya seperti ingin mengucapkan sumpah.
Gilbert dan Gisella adalah sepasang kekasih sewaktu SMA. Kisah cinta keduanya sungguh indah dan berliku. Sejak pertama masuk SMA, Gilbert sudah menaruh perhatian pada Gisella tetapi Gisella tampak dingin bukan karena tidak ingin mencintai Gilbert tapi karena ada hal lain. Melihat sikap acuh Gisella, Gilbert memilih wanita lain. Wajah Gilbert memang tampan sehingga dia dikagumi banyak wanita. Berbeda dengan Gisella, dia seorang wanita yang memiliki wajah standar, berpenampilan apa adanya, jangankan memiliki, meliriknya pun mungkin tidak. Hal inilah yang membuat Gisell takut menerima cintanya, dia tidak ingin dicemooh teman geng Gilbert juga takut karena Gilbert akan meninggalkan dia karena ada wanita cantik yang akan merebut hatinya. Kedunya sama-sama saling mencintai…… entah apa yang membuat Gilbert jatuh cinta padanya.

Karena ketakutannya yang begitu besar, ia berusaha menjauh padahal hatinta tersiksa menjauh dari Gilbert apalagi jika ia melihat Gilbert bermesraan bersama cewek lain. Tapi, baikkah ia melepas cintanya karena ketakutan yang mungkun tidak akan terjadi? Baikkah bila ia membiarkan Gilbert menunggu lama? Meski mencintai Gisella, Gilbert tidak ingin menunggu lama dan lebih tepatnya ia tidak bertahan dalam kesendiriannya itu, ia memilih seorang siswa yang berparas cantik. Maksud Gilbert hanya sekedar membuat hati Gisella sakit tapi ternyata ia benar-benar jatuh cinta. Rasa sakit tentunya menyerang Gisella tapi apa mau dikata, ia terbelenggu ketakutannya sendiri. Gilbert terlalu sering mengganti pasangannya, tapi cintanya hanya untuk Gisella. Semakin banyak kekasih Gilbert semakin kuat ketakutan Gisella dan semakin sakit hatinya.
Keduanya saling mencintai dalam diam, tak ada yang berani membuka kebisuan itu… Gilbert asyik dengan pacar-pacarnya dan Gisella dengan ketakutannya.

3 tahun bukanlah satu rentan waktu yang cepat dan selama itu pula cinta mereka terbelenggu dalam ketakutan Gisella. Waktu-waktu kebersamaan hampir berakhir…. hadirlah penyesalan di hati Gisella, sampai kapanpun ia tidak bisa bersama Gilbert, pria pujaannya. Gilbert tidak mungkin berpisah dari Gisella sebelum mengungkapkan isi hatinya selama bersama. Tapi kadang pula muncul ketakutan di hatinya, Gisella tidak akan menerimanya. Namun, sikapnya yang pantang menyerah membuatnya mendekat dan mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya.
Keduanya tenggelam dalam kekecewaan, tapi semuanya belum berakhir masi ada sisa waktu untuk bersama-sama berbagi cinta tulus satu sama lain. Keduanya tidak ingin kehilangan saat-saat yang bahagia itu… Gisella sudah membuang jauh rasa takut kehilangan Gilbert karena setelah sekian lama Gilbert tetap mencintainya meski gonta-ganti pacar.

Waktu untuk berpisah pun telah tiba, namun cinta dua hati yang telah disatukan itu tidak bisa dipisahkan lagi. Namun cita-cita mereka berbeda sehingga harus berpisah namun berjanji untuk tetap mencintai. Gilbert ke tempat yang lebih jauh, muncul lagi ketakukan Gisella kehilangan orang yang ia sayang itu.

“Gilbert, jika memang kamu adalah tulang rusukku, selama apapun kita berpisah dan sejauh apapun kau pergi suatu saat nanti kita akan bertemu lagi. Aku menantimu kembali sama seperti ketika engkau pergi dariku. Aku percaya kamu mencintaiku dan akan tetap mencintaiku. Pergilah dan kembalilah untuk aku” kata Gisella dalam kesedihannya.

“Gisella aku akan kembali untukmu dengan cintaku yang utuh sama seperti awal aku mencintaimu… aku percaya pula cinta yang akan mempertemukan kita lagi di sini. Jagalah cinta kita dengan kesetiaan, aku juga percaya kamu mencintaiku dan akan tetap mencintaiku. Jaga dirimu baik-baik, aku tidak ingin kamu jatuh ke pelukan orang lain… aku pergi dan akan kembali untukmu” ungkap Gilbert. Keduanya larut dalam kesedihan karena akan berpisah untuk waktu yang tidak menentu.
Setelah kepergian Gilbert, Gisella juga pergi ke luar kota untuk meraih mimpinya. Awal perpisa- han itu, Gilbert sering memberi kabar via sms dan sering langsung menelpon untuk melepas rasa rindu. Lama kelamaan Gilbert hilang kontak, muncullah berbagai macam pertanyaan di benak Gisella namun ia tetap percaya kepada Gilbert. Jadwal padat Gisella membuatnya perlahan-lahan melupakan Gilbert dan tidak memberinya waktu untuk jatuh cinta pada pria lain. Keduanya hilang kontak sama sekali, masing-masing dengan tugasnya. Biarlah cinta yang akan mempertemukan kembali….

Gisella selalu mempunyai harapan untuk bertemu Gilbert… ia sadar bahwa tidak akan lagi bertemu Gilbertnya saja tapi pasti dengan seorang lain lagi. Meski saling mencintai tapi hati tidak akan bertahan dalam kesendirian… Gisella sempat menjalin hubungan dengan seseorang tapi ia tidak bahagia seperti ketika bersama kekasih hatinya. Gilbert sendiri sudah beberapa kali menjalin hubungan dengan cewek lain. Semuanya kehilangan apa yang terindah….
Keduanya berpisah sampai akhirnya bertemu lagi di tempat yang tidak pernah di janjikan sama sekali.

“Gisella, besok aku kembali” begitulah isi pesan singkat yang masuk. Rasa sedih meliputi hati Gisella karena ia tidak ingin berpisah lagi tapi pekerjaan menuntut perpisah ini. Dia tidak bisa berharap lagi meski dia yakin pertemuan tak terencana itu pertanda cinta suci yang masih ada dihati keduanya. Pertemuan ini sekaligus perpisahan mereka untuk selamaya.
Gisella tidak menjawab sms Gilbert, ia langsung menangis dan teringat kembali janji mereka saat perpisahan itu. Namun, tanpa jawaban Gisella pun Gilbert akan tetap pergi dan tidak tahu untuk berapa waktu. Keduanya berpasrah pada pada keadaan.

Sebulan setelah kepergiaannya, terdengar oleh Gisella berita pernikahannya dengan seorang wanita yang sudah sekian tahun menjalin hubungan dengannya. Mereka menikah di tempatnya bekerja… mendengar itu Gisella tidak bisa berbuat apa-apa karena ia kini menyadari bahwa Gilbert bukan orang yang dipilih Tuhan untuk mendampingi dirinya…. biarlah disana ia berbahgia bersama orang pilihannya. Peristiwa itu menjawab semua ketakutannya sejak awal…. sakitnya ditinggalkan, itulah yang dirasakan.

Cinta itu suci dan agung, ia melihat tanpa ada yang menghalangi. Cinta itu seperti embun yang jatuh di rerumputan tanpa tahu yang mana, tapi mudahn juga hilang saat matahari telah naik. Kekuatan cinta kedua hati itu, mampu mempertemukan kembali keduanya dengan cinta yang utuh.
“Gisella, aku tidak jadi menikah”
“mangnya ada apa Gilbert, bukannya surat undangan sudah dibuat?”
“bagaimana aku bisa bahagia, jika hidup tanpa dirimu?” jujur,setelah kita bertemu aku masih berpikir panjang untuk melanjutkan pernikahanku ini. Pernikahan kami tidak direstui orang tua karena perbedaan kenyakinan itulah yang membuatku semakin yakin untuk menjadikanmu istriku karena engkau tercipta untukku”

Yakinlah keduanya bahwa memang kekuatan cinta yang mempertemukan mereka saat itu… apa yang mereka janjikan kini terpenuhi, Gilbert kembali dengan cintanya dan Gisella menanti dengan cinta pula, keduanya memadukan cinta mereka yang terbagi sehingga cinta mereka tetap utuh.
Ketakutan Gisella terhapus saat ia bersama Gilbert berjalan menuju altar Tuhan mengucapkan janji setia seumur hidup. Ketampanan atau kecantikan bukanlah syarat utama sebuah hubungan… sebuah pertanyaan tentang cinta akan dijawab oleh cinta pula….. kedua hati yang mencintai dalam ketulusan akan mampu dipertemukan kembali oleh waktu dan serpihan cinta yang terpecah akan disatukan oleh ketulusan. Kebahagiaan yang akan menghapus guratan-guratan ketidaksetiaan.

oleh : Miranda Kobesi

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.