Cerah dan Terik Matahari, Hadiah Natal untuk Pesta Keluarga di Blackburns (9)

SUDAH hampir sepekan tinggal di Melbourne, musim panas tidak membawa berkah sebagaimana diharapkan. Cuaca tidak mendukung, karena mendung tebal menggantung lama di langit Melbourne. Temperatur juga dingin untuk ukuran kulit orang Indonesia, sekalipun –kata orang di sini—“This is summer time!”. 

Untunglah Tuhan Sang Maha Pemurah memberi dua hari istimewa pada hari Natal. Cuaca cerah disertai terik matahari dengan suhu berkisar 31 celcius menjadi hari-hari menyenangkan untuk sekalian Melburnians –sebutan akrab untuk warga Melbourne—terutama pada tanggal 24-25 Desember.

Lazimnya suasana Natal di Negeri Kangguru, semua Melburnians menikmati suasana Natal sebagai saat akrab dimana para anggota  keluarga, kerabat dekat dan teman akrab saling berkunjung untuk kemudian menggelar hajatan bersama: makan siang atau makan malam persis di Hari Raya Natal tanggal 25 Desember.

Cuaca yang begitu cerah dengan suhu 31 celcius menjadi berkat tersendiri bagi Melburnians di Blackburns, sebuah permukiman elit di kawasan bertekstur perbukitan sekitar 20 km dari pusat kotaMelbourne. Kami datang membawa kursi, meja makan, botol-botol anggur dan sejumput makanan khusus yakni ikan kakap dan udang ukuran besar. Rencananya, pesta Natal di keluarga Australia akan diisi dengan menu istimewa: seafood barbeque.

Bon-bon

Sebuah keluarga lokal Australia pasangan Katie-Jerry sudah menyambut kami di rumahnya di Blackburns. Putri mereka Jasmine dan anak lelakinya Zach menyambut hangat kami dengan kecupan mesra di pipi, begitu pula orangtua mereka. pesta natal bon bon

Beberapa waktu kemudian, datanglah Robert –pemuda tampan dengan postur tubuh sangat atletis—ikut bergabung dalam suasana pesta keluarga ini. Rob –demikian panggilan akrabnya—lahir dan besar di Polandia, namun kemudian belajar dan  bekerja selama 6 tahun di Phoenix, Arizona (AS), namun kemudian memilih beremigrasi ke Australia dalam kurun 5 tahun terakhir ini. Ia kini sudah resmi berpaspor Australia, meski sebagai warga keturunan Polandia dan lahir di sana, paspor Polandia tetap ada di tangannya.

Kemudian datanglah Anna, orang asli Indonesia, bersama suaminya orang Australia dengan kedua anak lelaki mereka. Jadi, lengkap sudah di sebuah keluarga lokal Australia di Blackburns ini sekumpulan manusia dengan berbagai latar belakang budaya dan bahasa berbeda-beda.

Ada Jawa, Tionghoa berbahasa Tiocu, Polandia yang medhok namun dengan citarasa Amerika yang kental, dan tentu saja orang-orang Australia lokal yang menjadi host acara pesta Natal keluarga ini.

Acara makan bersama khas Natal dibuka dengan membuka bon-bon, semacam bungkusan berhadiah dengan kemasan kertas warna merah yang harus ‘diperebutkan’ dua orang dengan cara saling menarik ujung bungkusan kertas itu.  Saya berebut keuntungan dengan Sandra, ketika kertas hadiah bon-bon ini kami saling tarik dengan arah berbeda hingga kemudian bungkusan itu ‘jebol’ pada kedua sisinya.

Yang menang adalah pihak yang berhasil ‘memboyong’ kertas bon-bon itu pada bagian terbesarnya karena di situ tersembunyi hadiah. Kali ini, Sandra berhasil memenangkan pertandingan lucu-lucuan ini. Hadiahnya sederhana: pinset pencabut uban disertai satu lembaran kertas berisi kata-kata bernuansa anekdot.

pesta natal potong dessert

Question: What do you call a group of sheep rolling down a hill?

Answer: A lambslide. 

Alih-alih menyebut kata ‘landslide’ (longsor), pelintiran kata ini menyebut kata ‘lambslide’ yang mungkin dipelintirkan sebagai rombongan biri-biri yang jatuh lingtang pukang ketika harus menuruni lembah.

Question: Why did the golfer wear two paris of trousers?

Answer: In case he got a hole in one. 

Satu contoh sederhana citarasa dagelan ala Australia di meja makan saat pesta Natal keluarga.

Citarasa lainnya tentu saja makan enak di meja makan. Di situ sudah tersedia salad hasil masakan sendiri dengan sejumput roti kering, ikan dan udang, serta berbagai jenis wine di atas meja siap saji dan disantap. Di penghujung acara makan-makan disertai ngobrol panjang ini Jasmine menyajikan dessert berupa roti manis dengan topping buah-buahan dan yoghyurt serta cream manis.

Makan kenyang menjadi akhir cerita perjamuan makan Natal di meja keluarga Australia di Blackburns ini. Sebelum berpisah dan saling meniupkan harapan agar bisa bertemu lagi di kemudian hari, kecupan mesra di pipi menjadi acara indah yang memisahkan kaki kami untuk kemudian meninggalkan Blackburns dengan perasaan suka cita.

Natal di Blackburns terkesan indah berkat kecupan di pipi, murahnya sinar matahari, dan cuaca cerah sepanjang hari.dessert by jasmine

Photo credit: Suasana pesta keluarga saat Natal 2013 di Blackburns, Australia (Mathias Hariyadi)

Tautan:  

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.