Bus Peziarah Korsel Meledak di Sinai

< ![endif]-->GUNUNG Sinai –salah satu  tujuan wisata rohani di Timur Tengah, khususnya di Mesir—kini bergolak ramai. Lima orang diberitakan tewas dalam sebuah serangan ‘teroris’ dimana 3 peziarah warga Korea Selatan dan 2 orang warga lokal dari Mesir dipastikan meninggal dalam insiden berdarah ini. 

Para peziarah Korsel ini datang dari Jincheon di Korea Selatan bagian tengah dan kemarin baru saja menyelesaikan program ziarahnya mengunjungi Biara Santa Katharina. Mereka menumpang sebuah bus ziarah dengan sopir dari warga lokal Mesir. Ketika bus berpenumpang para peziarah ini hendak menyeberang garis perbatasan dengan Israel tak jauh dari Taba, tiba-tiba serangan ‘bom’ bunuh diri terjadi.

Otoritas keamanan Israel segera ‘menutup’ akses di garis perbatasan dan mengirim ambulans yang kemudian berhenti tak jauh dari lokasi peledakan.

Sinai-Bus-Explosion

Israel langsung mengeluarkan kondisi darurat di jalur Terusan Suez, tak lama setelah ‘ledakan’ bunuh diri yang juga menewaskan pelaku dan sopir bus asal Mesir ini.

Pemerintah Korsel mengecam dan mengutuk insiden berdarah yang telah menewaskan tiga orang warganya.

Banyak spekulasi berkembang luas pasca ledakan bunuh diri. Umumnya, orang melihat aksi ledakan bunuh diri ini sebagai kampanye hitam yang dilakukan oleh kelompok radikal dengan target turis asing. Tujuannya –seperti yang terjadi pada tahun 1990-an—kelompok ini menyasar pemerintahan militer Mesir dengan tujuan mendiskreditkan mereka.

Pemerintah Mesir melalui Menteri Turisme Hisham Zaazou mengecam insiden ini. Jurubicara Kantor Kepresidenan Mesir juga menegaskan,  tak ada ruang kecil di Mesir yang tersedia bagi para teroris dan “kami akan mengejar mereka dan membawa mereka ke pengadilan”.

Hari-hari mendatang di Mesir akan terjadi pemilihan umum. Salah satu kandidat terkuat untuk menduduki jabatan presiden mendatang adalah Menhan Jenderal al-Sisi yang kini secara de facto telah berkuasa di Mesir sejak tergulingnya Presiden Morsi dari tampuk kekuasaannya.

Source: AsiaNews

Photo credit: AFP

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.