Bulan Pastoral Lima Pekan, Program Bina Lanjut untuk 20 Pastor di Pusat Pastoral Yogyakarta

Peserta Program Bulan Pastoral Yogyakarta

WAKTU yang telah disediakan adalah lima pekan (minggu), mulai 23 Juni hingga 25 Juli 2014. Kali ini mengambi lokasi di Seminari Tinggi OMI Wisma de Mazenod di Condong Catur, Yogyakarta, lantaran Panti Semedi Sangkal Putung sudah terisi penuh dengan berbagai acara.

Program acaranya bernama Bulan Pastoral atau yang kini mulai akrab disebut Bulpas. Pesertanya datang dari berbagai kelompok, penggiat pastoral lintas kategorial: paroki, lembaga gerejani, dan tentu saja hirarki Gereja. “Tahun ini, pesertanya 20 imam lintas ordo/kongregasi religius dan datang dari seluruh Indonesia,” ungkap Romo Ignatius L. Madyautama SJ, salah satu pengampu program Bulan Pastoral tahun 2004 yang dibesut oleh Pusat Pastoral Yogyakarta (PPY) ini.

Bulan Pastoral 2014 dengan peserta 20 imam dari seluruh Indonesia sudah resmi mulai.
Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta dan Provinsial SJ Romo RB Riyo Mursanto SJ bersama penggantinya Romo Sunu Hardiyanto SJ berkenan membuka resmi program penggodogan jiwa dan kemampuan pastoral bersama 20 imam ini di Wisma de Mazenod, Senin (23/6) malam lalu. Sebuah perayaan ekaristi meriah berlangsung di kompleks Seminari Tinggi OMI ini dengan tampilan kelompok koor yang menawan dari Paroki Banteng di Jl. Kaliurang Yogyakarta.

Para pengampu
Selain Romo Madyautama SJ –dosen teologi pastoral STF Driyarkara Jakarta—program Bulan Pastoral untuk 20 imam dari seluruh Indonesia ini diampu oleh para ‘dosen’ dari berbagai disiplin keilmuan. Selain Romo YB Mardikartono SJ –selaku Direktur PPY—yang ahli dalam bidang pastoral, program ini diampu oleh Romo Dr. Priyono Marwan SJ –mantan Provinsial SJ dan dosen psikologi Universitas Sanata Dharma–, Dr. Bernhard Kieser SJ, Dr. Matheus Purwatma Pr, keduanya dosen teologi di Fakultas Teologi Wedabhakti USD.

Tahun 2014 ini, Bulan Pastoral yang diampu oleh PPY sudah memasuki tahun kelima.

Menyasar para imam, katekis dan pelaku pastoral gerejani di berbagai aneka wilayah dan lembaga gerejani, PPY menyediakan waktu penuh selama satu bulan plus satu pekan (minggu) untuk menggodog kembali komitmen dan kemampuan para imam, kategis, pelaku pastoral dalam menjalankan misinya sebagai pewarta Kabar Gembira di lingkup karya mereka masing-masing.

Awalnya di Surakarta (Solo)

Pusat Pastoral Yogyakarta merupakan karya Jesuit dan eksis sejak pertengahan tahun 1970.
Dibesut pertama kali oleh Pastor Waibel SJ, karya ini awal dan mulanya bernama Pusat Pastoral Surakarta (Solo) karena sejak resmi berdiri tanggal 1 Juli 1970 memang mengambil lokasi kantor di Kompleks Gereja Paroki St. Antonius Purbayan, Solo. Bersama koleganya sesama Jesuit yakni Pastor Stan van Wichelen SJ, seorang sosiolog, Pusat Pastoral Surakarta diampu bersama oleh kedua Jesuit berdarah Belanda tersebut.

bulan pastoral 3

Gubug Selo, Merapi: Para peserta Bulan Pastoral diajak melakukan ‘karya wisata’ (exposure) ke Gubug, Selo, Gunung Merapi. (Dok. Pusat Pastoral Yogyakarta)

Pusat Pastoral Surakarta dengan lokasi alamat di Gereja Purbayan berdiri atas inisiatif dan kebutuhan Keuskupan Agung Semarang (KAS) waktu itu. Bersama beberapa kolega awam dan lintas ordo/kongregasi religius, Pusat Pastoral Surakarta sengaja mengambil lokasi di Solo karena ingin “menyapa’ wilayah bagian timur KAS.

Tujuannya adalah mampu merumuskan persoalan-persoalan yang dihadapi Gereja Indonesia di bidang pastoral. Untuk ke situ, maka diperlukan studi, riset, pemahaman yang komprehensif dan mendalam atas dinamikan hidup masyarakat dan baru kemudian melakukan perancangan yang mumpuni untuk menjawab realitas dan tantangan yang ada.

Pada tanggal 16 Juli 1976, Pusat Pastoral Surakarta pindah lokasi ke Yogyakarta dan menempati beberapa ruang di Kolese St. Ignatius (Kolsani) di Jl. Abubakar Ali 1, Yogyakarta. Kala itu, bertindak sebagai direktur adalah alm. Pastor Ferdinand Heselaars Hartono SJ, mantan Rektor Kolsani. Karena Kolsani mengalami projek pemugaran, maka kantor Pusat Pastoral kemudian pindah di Wisma PTPM di Jl. Sosrowijayan, samping Malioboro Yogyakarta.

Menjelang peringatan harijadinya yang ke-40 pada tanggal 1 Juli 2008, Pusat Pastoral Yogyakarta mendapatkan suntikan baru dengan diangkatnya Romo JB Mardikartono SJ –juga mantan Rektor Kolsani—menjadi Direktur Pusat Pastoral Yogyakarta, setelah sebelumnya dipegang oleh Pastor Nobert Halsema SJ.

Peserta Program Bulan Pastoral Yogyakarta

Peserta Program Bulan Pastoral Yogyakarta: Para pastor lintas ordo/kongregasi religius dari seluruh Indonesia datang ke Pusat Pastoral Yogyakarta (PPY) mengikuti program penyegaran dan pembinaan lanjut selama lima pekan bersama tim pengampu PPY. (Dok. Pusat Pastoral Yogyakarta)

Dengan dilakukannya reorientasi dan pematangan programnya, maka sejak itulah lembaga pastoral gerejani karya Jesuit ini ‘alih nama’ menjadi Pusat Pastoral Yogyakarta (PPY).

Kini, PPY mengambil lokasi kantor di kompleks Puskat Yogyakarta di Jl. Ahmad Jazuli 2, Yogyakarta.

Website Pusat Pastoral Yogyakarta (PPY) : http://pusatpastoralyogyakarta.com.
Email: puspas08@gmail.com

Photo credit: Ilustrasi para peserta Bulpas tahun 2013. (Dok. PPY)

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.