Buku Baru Suster Maria Monika SND

< ![endif]-->

JUDULNYA sangat menarik, yakni Meniti Jejak Sang Kekasih Jiwa. Sekilas membaca judulnya, saya lantas kepikiran betapa romantisnya judul buku terbaru karya Suster Maria Monika SND ini.  

 

Ternyata, buku baru ini berkisah tentang pengalaman rohani suster anggota Kongregasi  Soeurs de Notre Dame yang biasa disingkat SND. Tentu saja, karena destinasi wisata rohani ke Tanah Suci (Israel), maka nukilan-nukilan buku baru ini juga berkisah bagaimana Suster Monika SND mengalami kehadiran Tuhan di beberapa spot lokasi rohani di Israel dan tentunya juga di Yerusalem.

 

Yang dikisahkan tentu saja bukan ulasan tempat-tempat wisata, melainkan butir-butir refleksi rohani suster setelah kakinya berhasil menginjak tanah dimana dulu Yesus pernah berjalan, berkarya dan bersabda.

 

Nukilan rohani 

Seperti tulisan Romo Harry Sulistyo Pr yang memberi tanggapan atas terbitnya buku ini, kumpulan refleksi Suster Maria Monika SND ini menjadi berbobot justru karena mengetengahkan makna baru dan nilai universal bagi siapa pun yang pernah berziarah ke Tanah Suci.   

 

Romo Terry Ponomban Pr dari Keuskupan Manado juga menyambut gembira terbitnya buku ini.  Menurut salah satu Pembina Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK) ini, buku ini adalah buku perjumpaan, sebuah buku perjalanan rohani ‘berjumpa’ dengan Yesus sendiri di Tanah Perjanjian. 

 

Yang dikagumi mantan Direktur Karya Kepausan Indonesia (KKI) KWI ini adalah metode Suster Monika dalam berkisah. Sebagai saksi mata dan saksi kaki –karena telah berhasil menapakkan kakinya di Tanah Suci, Suster Monika berkisah tentang fakta-fakta rohani dan fisik tentang bagaimana dulu Yesus berkisah, berkotbah dan berjalan-jalan keliling untuk mewartakan Kabar Gembira.

 

Dengan nada humor, Romo Terry Ponomban bahkan berani guyon member judul baru atas buku ini yakni “Berziarah ke Holy Land tanpa (harus) ke Holy Land”.  

 

Sementara Romo Sulvisiuys Joni Astanto MSC melihat bahwa pengalaman ziarah rohni Suster Monika SND ini sengaja dibagikan bukan saja untuk sekedar member laporan pandangan mata atas beberapa spot wisata rohani di Holy Land. Melainkan bagaimana dia sebagai murid Tuhan memaknai perjalanan ini sebagai ziarah rohani menelisik kembali perjalanan hidup Yesus sendiri.  

 

Yesus bagi Suster Maria Monika dia sebut dengan sangat romantis: Sang Kekasih Jiwa. Dan perjumpaan pribadi dengan Sang Kekasih Jiwa-nya itu pula yang ingin disharingkan Suster Maria Monika Puji Ekowati SND dalam buku terbarunya. 

 

Sr Maria Monika SND

Putri Blora

Lahir dengan menyandang nama lengkap Maria Marcia Veronika Puji Ekowati, suster ini datang dari keluarga katolik. Sebagai anak pertama dalam keluarga, dia yang lahir pada tanggal 7 Maret 1961 menghabiskan masa kecil dan remajanya di Blora, Jawa Tengah.

 

Setelah masuk Kongregasi SND, suster ini mendapat nama biara yakni Suster Maria Monika SND dan tanggal 26 Juni 1983 mengucapkan profesi kaul pertamanya. Karya pertamanya adalah menjadi Kepsek SD Notre Dame di Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat pada tahun 1988.

 

Masa tersiat dan kaul kekal dia jalani di Roma. Selang beberapa lama, dia mendapat tugas belajar bahasa Inggris di Kettering England dan lulus dari Oxford College dan Trinity College di London kurun waktu 1997-1999. Setelah itu, suster mendapat tugas belajar untuk bidang formation di Universitas Gregoriana di Roma.

 

Bukunya yang pertama adalah kumpulan puisi hasil karya tahun 1980-1992 dan terbit dengan judul Simfony  Kasih  Untukmu  (Penerbit Kanisius: 2008); lalu berikutnya adalah buku Pendidikan Karakter dari kelas 1-6  hasil kerja bareng dengan koleganya (Kanisius: 2009).

 

Berikutnya Sr. Maria Monika SND lalu menerbitkan Menulis  Halus  Kalimat  Ritmis (Grasindo: 2010),  Pa, Ma, Kembalikan  Surgaku (Elexmedia: 2011), Ketika  Tuhan  Menyentuh (Pustaka Nusatama: 2011), Sr.  Sahabat  Anak-anak.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.