Bukan Orang Sehat Perlu Tabib melainkan Orang Sakit, Luk 5:27-32

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa supaya bertobat.” 

ADA orang yang sebenarnya sakit, tetapi yang bersangkutan tidak merasa. Bahkan ia merasa sehat-sehat saja. Pada hal banyak orang yang melihat dan bergaul dengan orang itu mengatakan bahwa ia sakit dan harus ke dokter. Tetapi yang sakit tidak pernah mengakui bahwa dirinya sakit. Baru setelah sakitnya menjadi hebat, orang itu kena dampaknya. Sudah terlambat.

Orang itu akhirnya mengalami sakit ingatan. Banyak keluarga yang mengalami bahwa ada anggota keluarga yang menderita sakit, tetapi ada yang tidak mengakui dirinya sakit, ada yang menganggap bahwa sakitnya ringan, dan pula yang takut kalau menghadap dokter, karena diinjeksi, takut dioperasi atau takut minum obat. 

Kata-kata Tuhan Yesus dari bacaan hari ini dimaksudkan untuk orang-orang yang berdosa. Selagi orang mengakui bahwa dirinya sakit saja sudah sulit, apa lagi mengakui dirinya berdosa.

Ada banyak orang yang menyaksikan bahwa kelakuan si A itu jahat, sering berlaku curang dan bertindak keras kepada orang lain. Tetapi si A selalu menganggap dirinya benar, tidak bersalah dan mengata kan bahwa orang yang mengatakan dirinya bersalah itu memfitnah. Bahkan orang itu menganggap dirinya suci. Maka jelas orang demikian ini sulit ditolong,  selain kalau Tuhan Yesus sendiri yang datang mendekati hatinya. 

Dokter periksa pasien 2

Dua dokter umum anggota Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK) Jakarta tengah melakukan pelayanan bakti kasih di Stasi Teluk Naga, Paroki St. Maria Tangerang, Banten, 3 Februari 2013 (Mathias Hariyadi)

Kita pun kadang-kadang juga mengalami bahwa diri kita paling baik dan seperti orang Farisi kita lebih mudah melihat kekuarangan lain. Sikap ini bisa kita ubah kalau kita juga mau menghayati kehadiran Tuhan. Tuhan setiapkali datang dalam Ekaristi. Kalau kehadiran Tuhan itu kita rasakan, pastilah hidup kita akan berubah.

Marilah kita mendengarkan Sabda Tuhan: “Aku di dalam Ekaristi dengan cara yang sangat khusus. Inilah tangan yang pernah menjamah orang mati dan menghidupkannya lagi. Inilah Aku yang telah memberkati air dan mengubahnya menjadi anggur dan yang telah membuka mata orang buta. Di sini akau dengan kekuatan yang sama telah menyembuhkan orang sakit dan meredakan badai yang melanda hidupmu. Hari ini Aku minta kepadamu. Bawalah Aku ke rumahmu, ke tempat kerjamu. Aku akan menyertaimu.”

 

Loading...

Published by Renungan Iman Katolik

Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.