Bridge Over Troubled Water (2)

sambungan)

Lewat Barnabas sang jembatan, akhirnya terjalinlah hubungan antara Saulus dengan rasul-rasul. Ia diterima, “Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan.” (ay 28). Setelah pertobatan, Paulus mengalami proses pertumbuhan yang luar biasa. Ia menjadi orang yang begitu berpengaruh dalam pertumbuhan awal gereja-gereja, dan hari ini kita bisa melihat setidaknya ada 13 kitab yang ditulis olehnya. Semua ini mungkin tidak akan terjadi tanpa adanya sosok Barnabas. Jika Saulus menjadi seorang Paulus yang luar biasa, itu bisa terjadi karena ada sang jembatan yang bernama Barnabas.

Seperti halnya Saulus, kita yang penuh dosa ini pun sebenarnya tidak layak untuk diselamatkan. Jangankan diselamatkan, untuk berhubungan dengan Tuhan, menghampiri tahta kudusNya pun kita sama sekali tidak pantas. Sesuatu yang kotor tidak bisa masuk ke dalam sesuatu yang suci dan kudus. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Tapi ternyata kita yang berdosa ini begitu dikasihi Allah, sehingga Dia pun mengutus anakNya yang tunggal, Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita. Yesus menjadi jembatan yang memulihkan hubungan antara kita dengan Tuhan lewat karya penebusanNya di atas kayu salib. Semua penyiksaan mengerikan hingga kematian dijalani Kristus semata-mata agar kita selamat dan mendapatkan pemulihan hubungan dengan Tuhan. Setelah semua itu diselesaikan dengan tuntas, Dia pun bangkit, kembali ke tahtaNya dan pada suatu saat nanti akan kembali turun untuk menjemput kita. Jika hari ini kita bisa “dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya” (Ibrani 4:16), itu adalah berkat jembatan yang dibangun Yesus.

Mari kita lihat sekeliling kita. Sudahkah kita mampu berperan sebagai jembatan-jembatan seperti itu kepada orang lain? Ada banyak orang yang masih baru menerima Kristus yang butuh dijembatani, dibantu dalam proses pertumbuhannya. Dan ada begitu banyak orang yang masih belum tahu apa yang harus ia lakukan untuk selamat. Mungkin anda melihat orang yang imannya masih naik turun, orang yang sudah menerima Yesus namun hidupnya masih dikuasai dosa, orang yang belum menemukan tujuan hidupnya seperti yang digariskan Tuhan, atau orang-orang yang masih bergumul dengan begitu banyak problem kehidupan. Anda bisa berperan sebagai jembatan bagi mereka. Jangan lakukan sebaliknya, menghakimi mereka, mengusir, mengata-ngatai, mengejek, mencibir atau menghujat, karena dengan melakukan hal seperti itu, justru kita menjadi batu sandungan bagi banyak orang.

Ingatlah bahwa keselamatan dianugerahkan Tuhan untuk semua orang, tanpa terkecuali. Tapi ada kalanya orang membutuhkan jembatan untuk bisa mencapai jalan yang benar itu. Dan disana peran kita pun dibutuhkan. Kita dituntut seperti ini: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16). Jadilah jembatan yang terang benderang. Ada banyak orang membutuhkan Barnabas-Barnabas dalam hidupnya. Jadilah jembatan seperti Barnabas dan bukan batu sandungan.

Jadilah jembatan yang membawa keselamatan kepada jiwa-jiwa

Follow us on twitter: https://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.