Bridge Over Troubled Water (1)

Ayat bacaan: Kisah Para Rasul 9:27
===========================
“Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.”

Ada yang kenal lagu “Bridge Over Troubled Water”? Lagu ini muncul 46 tahun yang lalu lewat duo yang populer pada masa itu, Simon & Garfunkel. 4 setengah dekade setelahnya, lagu ini masih tetap digemari dan memberkati banyak orang. Benar lagu ini bukanlah lagu rohani, tetapi pesan yang terkandung di dalamnya sesungguhnya sangat menginspirasi dan mengingatkan kita untuk peduli kepada kesulitan yang tengah diderita orang di sekitar kita. Sudah begitu banyak penyanyi yang membawakan lagu sepanjang masa ini dengan gaya dan cara masing-masing, dan itu membuat lagu ini terus hidup menembus era berbeda.

Hidup ini tidaklah mudah. Terkadang bisa begitu berat sehingga kita tidak bisa menghadapinya sendirian saja. Disaat seperti itu kita pun butuh jembatan, teman-teman yang bisa bersama kita, membantu kita melewati ‘troubled water’ layaknya sebuah jembatan. Saya masih ingat pada saat awal pertobatan saya. Karena saya bukan terlahir sebagai Kristen, saya sempat bingung harus bagaimana di gereja, membuka alkitab mencari ayat pun masih bingung, bagaimana agar bisa dibaptis, proses apa yang harus saya tempuh dan sebagainya. Puji Tuhan, ada teman-teman yang rela bertindak sebagai jembatan pada waktu itu, sehingga saya pun bisa menjadi diri saya hari ini. Tanpa mereka yang berfungsi sebagai jembatan dari hidup lama menuju hidup baru, mungkin saya tidak akan bisa bertumbuh. Jika hari ini saya aktif mewartakan kabar keselamatan kepada siapa saja, itu semua tidak lepas dari jasa para ‘jembatan’ yang dengan sepenuh hati membantu saya.

Kemarin kita sudah melihat saat Paulus dan Barnabas berbeda pandangan dan sempat berselisih paham. Kali ini saya ingin mengajak teman-teman mundur ke belakang pada saat Paulus baru saja bertobat dan memasuki masa transformasi. Pada waktu itu Paulus yang masih bernama Saulus dikenal sebagai pembantai orang percaya. Begitu kejam dan sadis, begitu mengerikan. Lalu dalam Kisah Para Rasul 9:1-19 kita bisa melihat proses pertobatannha yang mengharukan. Saulus bertobat dan menjadi Paulus. Tapi proses selanjutnya tidaklah mudah karena ternyata orang tidak bisa percaya dan menerima dirinya. Orang masih merasa curiga mengingat seperti apa dia di waktu lalu. Ia bahkan sempat hampir dibunuh. Ia tertolak dimana-mana. Beruntung ada seseorang yang berperan menjadi jembatan, sehingga ia pun akhirnya diterima di kalangan orang percaya. Orang itu adalah Barnabas.

Ini terjadi ketika Saulus masuk ke Yerusalem dan seperti biasa mengalami penolakan. Sepertinya apa yang ia alami bakalan sama saja. “Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.” (ay 26). Reputasi di masa lalu menjadi penghalang utama dimanapun ia sampai. Tidak ada yang percaya kepadanya.

Tetapi ada Barnabas disana yang memberi perbedaan besar dengan kota-kota lainnya. “Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.” (ay 27). Adalah Barnabas yang pertama menerima dia, lalu menjembatani Saulus dengan para rasul lainnya.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: