Blessed to Bless Others (3)

(sambungan)

Sekarang kita lihat lebih jauh lagi. Kita sudah tahu kewajiban kita membantu mereka yang membutuhkan, memberkati orang lain lewat berkat yang kita terima dari Tuhan. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang menyakiti kita? Apakah kita boleh mengabaikan mereka, atau bahkan bersyukur ketika mereka berada dalam kesulitan? Firman Tuhan mengatakan hal yang justru sebaliknya. Ini diingatkan lewat Petrus “dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.” (1 Petrus 3:9). Perhatikan bahwa bahkan terhadap yang jahat pun kita dianjurkan untuk memberkati mereka, memohonkan berkat dari Allah agar turun atas mereka, karena itulah alasannya kita dipanggil untuk menerima berkat daripadaNya. Ini tentu berbeda dengan apa yang dijalankan di dunia, dan akan sangat sulit untuk dilakukan. Tetapi itulah tingkatan yang harus dicapai oleh orang percaya, yang akan sangat menentukan seberapa besar berkat Tuhan akan tercurah bagi kita.

Apa yang penting untuk kita perhatikan adalah motivasi kita dalam memberi/membagi berkat untuk orang lain. Paulus mengingatkan kita agar “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” (2 Korintus 9:7). Tuhan tidak akan pernah merugikan kita ketika memberi, sebab “Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.” (ay 8). Sebuah penekanan penting diberi Paulus dalam awal dari perikop yang berbunyi “Memberi dengan sukacita membawa berkat” ini (2 Korintus 9:6-15) yaitu “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.”

Apa yang dikehendaki Tuhan adalah kita harus mau memberkati orang lain dengan segala berkat dari Tuhan, atas dasar kasih kita kepada mereka dan Tuhan sendiri, dimana Tuhan dipermuliakan didalamnya. Sudah sejauh mana kita telah mempergunakan berkat yang telah kita terima dari Tuhan? Tidak akan pernah berakhir sia-sia pemberian yang kita lakukan dengan tulus didasari kerinduan dan kasih kita pada Tuhan dan sesama. Tidak peduli berapapun yang bisa anda berikan saat ini, sekalipun sangat kecil jumlahnya, atau bukan dalam bentuk materi, semua itu akan sangat bernilai di mata Tuhan jika dilakukan dengan motivasi yang benar. Tuhan selalu sanggup mencukupkan, bahkan memberkati berkelimpahan. Ketika kita memberi, kita akan diberi. Ketika kita memberi minum, kita akan diberi minum. Ketika kita banyak menabur berkat, kita akan menuai kelimpahan. Paulus mengingatkan hal ini juga. “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” (Kisah Para Rasul 20:35). Jangan pernah merasa bosan untuk memberkati, karena Tuhan pun tidak pernah merasa bosan untuk memberkati anda.

We are blessed to bless others

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.