Blessed to Bless Others (2)

(sambungan)

Melanjutkan renungan kemarin, hari ini mari kita lihat lebih jauh mengenai tujuan Tuhan memberkati kita, kali ini lewat apa yang dikatakan Yesus sendiri. “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38). Dalam versi Bahasa Indonesia Sehari-hari dikatakan “Berilah kepada orang lain, supaya Allah juga memberikan kepadamu; kalian akan menerima pemberian berlimpah-limpah yang sudah ditakar padat-padat untukmu. Sebab takaran yang kalian pakai untuk orang lain akan dipakai Allah untukmu.”  Dari ayat ini terlihat jelas korelasi antara diberi dan memberi, antara diberkati dan memberkati. God gives us so we can give others. Kita diberi untuk memberi. Bahkan dikatakan bahwa ukuran atau takaran yang kita pakai untuk orang lainlah yang akan dipakai Allah untuk kita.

Selanjutnya kita bisa melihat hal yang sama dalam kitab Amsal. “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.” (Amsal 11:24-25). Perhatikanlah bahwa bersikap pelit tidak akan membuat kita bertambah kaya. Apa yang saya maksud dengan kaya disini tidaklah hanya mengacu kepada nilai harta materi saja melainkan juga kekayaan non materi seperti yang sudah saya singgung dalam beberapa renungan sebelumnya seperti kepandaian, ilmu pengetahuan, hikmat dan sebagainya. Ada orang yang pelit dalam membagi ilmu atau pengetahuan/keahliannya karena tidak ingin orang bisa lebih hebat dari mereka. Dan sikap seperti ini tentu juga tidak benar karena sama saja menyalahi ketetapan Tuhan.

Kembali kepada ayat dalam kitab Amsal ini, kita tentu sudah melihat banyak bukti dalam kehidupan sehari-hari ketika orang yang pelit ternyata tetap saja berkekurangan, sebaliknya orang yang rajin memberkati akan tetap berada dalam perlindungan Tuhan, tidak kurang suatu apapun.

Selain itu, Yesus juga mengingatkan: “Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.” (Matius 10:42). Lihatlah bahwa Tuhan selalu menekankan pentingnya membagi berkat kepada orang lain. Yesus sudah mengingatkan bahwa kita tidak akan pernah kehilangan upah ketika memberi kepada orang yang membutuhkan selama dilakukan karena menyadari benar posisi kita sebagai orang percaya, sebagai muridNya. Apa yang Tuhan berikan kepada kita, bukanlah untuk kita simpan sendiri, namun haruslah dipakai untuk bisa memberkati sesama kita, siapapun mereka. Dan Tuhan tidak pernah membebankan kita sehingga kita malah menjadi kekurangan karena menolong. Itu tidak akan terjadi selama kita memberi dengan tulus karena kasih bukan karena mencari keuntungan-keuntungan pribadi.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.