“Black Sea”, Kapten Rugi Dua Kali: Keluarga dan Emas Hilang

black-sea-wide-1

ROBINSON (Jude Law), seorang kapten kapal, hatinya luluh lantah. Ia didepak dari tempat kerjanya, meski sudah puluhan tahun bekerja mengabdi di situ. Belum lagi, sebelumnya istrinya pun tega meninggalkannya karena kepincut pria lain yang jauh lebih mapan dan mampu memberinya waktu lebih banyak untuk kehidupan keluarga. Sementara, ketika Robinson harus mengaca pada diri sendiri, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di laut.

Di perairan laut itulah, jiwa dan kehidupan Robinson berada. Di laut itulah, sang kapten kapal ini merasa dirinya eksis sebagai pemimpin regu awak kapal, penanggungjawab trip kapal, dan penentu laju-tidaknya kapal, serta yang terakhir bertanggungjawab keselamatan semua anak buah kapal, penumpang dan kargo yang dibawa gerobag besi di atas lautan ini.

Itulah sebabnya, hatinya remuk redam ketika mendapati putusan terkena PHK di sebuah perusahaan perkapalan. Ia nanar menatap masa depan. Harga dirinya ambrug dan menjadi pemurung.
Nasib berkata lain. Tibalah waktunya, ketika dia ditawari memimpin ekspedisi kapal selam untuk menjejak keberadaan U-Boat –kapal selam Nazi—yang konon teronggok tak ketahuan nasib dan lokasinya di Black Sea. Lantaran mendapat iming-iming boleh mengantongi 60% temuan emas yang konon dibawa U-Boat namun tenggelam terkena torpedo Royal Navy saat Perang Dunia II, Robertson memilih berangkat.

Harga dirinya terdongkrak, ketika akhirnya ia bersama rombongan ABK Inggris dan Rusia berhasil membawa bekas kapal selam dari Georgia untuk mengarungi Laut Hitam. Namun, di atas perairan Laut Hitam inilah, sisi-sisi gelap keserakahan manusia mulai menampakkan diri. Karena isu pembagian keuntungan emas yang tidak merata, maka munculnya intrik antara ABK Inggris melawan ABK Rusia. Ujung cerita, meski harta karun emas peninggalan NAZI di kapal U-Boat yang teronggok di dasar laut Black Sea berhasil mereka dapatkan, namun toh keserakahan manusialah yang akhirnya malah menang.

Saling gontok dan tak akur adalah awal perpecahan yang memporak-porandakan jiwa korsa para pelaut di dalam perut kapal selam di dasar Black Sea ini. Robinson kewalahan mengatur semua permainan intrik ini hingga akhirnya hanya bertiga saja yang masih hidup.

Demi menyelamatkan Tobin –pemuda Irlandia yang masih ingusan dan calon bapak muda—inilah, Robinson akhirnya membuktikan kepahlawanannya. Ia membiarkan dua ABK keluar dari perut kapal selam dan menyelamatkan diri ke permukaan, sementara ia membiarkan dirinya terperangkap di dalam perut kapal selamnya dan mati lemas. Sebelumnya, ia ‘mengirim’ bongkahan emas untuk kedua ABK-nya yang berhasil memyelamatkan diri ke permukaan ini.

Black Sea bukan film perang, melainkan drama kemanusiaan dimana eksistensi manusia dipanggang di atas status sosial dan harta. Manakala status sosial dan harta itu hilang, maka lunglailah Robinson seperti kapal karam. Menjadi semakin gontai tak berdaya lagi, ketika di atas segala-galanya istri dan anaknya pun juga telah mendepaknya dari kehidupan keluarga yang bahagia.

Black Sea dengan tokoh sentral Kapten Robinson adalah kisah manusia yang merugi dua kali: keluarga dan harta. Namun, menjadi berjaya karena tega berkorban jiwa demi keselamatan orang lain.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.