Black Box MH-17 Malaysia Airlines Diserahkan ke Otoritas Malaysia

hi-blackboxes-jpg

SETELAH lebih dari empat hari muncul simpang-siur telah ditemukannya black box pesawat nahas MH-17 yang ditembak rudal darat-ke-udara di kawasan udara Ukraina Timur, maka menjadi kepastian bagi semua pihak. Hari ini,  black box tersebut akhirnya diserahkan kepada otoritas Malaysia yang kini berada di Donetsk, Ukraina Timur. Penyerahan dilakukan oleh kelompok milisi bersenjata pro Rusia.

Penyerahan ini berlangsung, selang beberapa jam setelah 15 anggota Dewan Keamanan PBB –termasuk Rusia– secara mutlak dan bersama-sama menyepakati munculnya sebuah resolusi. Intinya mengatakan, PBB menuntut semua pihak agar segera membuka akses seluas-luasnya demi misi internasional yang akan melakukan proses penyelidikan dan penyidikan atas kasus rontoknya MH-17, 17 Juli pekan lalu.

Selama hari-hari terakhir ini, misi internasional untuk penyelidikan dan penyidikan MH-17 merasa terganggu oleh hadirnya para milisi bersenjata pro Rusia yang terkesan tidak mau memberikan peluang bebas bagi mereka untuk bekerja secara optimal.

Sejauh ini, masyarakat internasional –terutama Washington—sangat berkeyakinan bahwa rontoknya MH-17 itu terjadi karena tembakan rudal darat-ke-udara yang dipicu oleh para milisi pro Rusia. AS bahkan terang-terangan menuduh Moskwa telah memberi ‘fasilitas’ sehingga proses penembakan itu bisa dilakukan.

Fasilitas itu antara lain sistem persenjataan, training dan panduan teknis dari sejumlah anggota militer Rusia yang paham mengenai sistem operasi rudal BUK.

Rusia dengan tegas membantah tudingan itu. Bahkan pihak Kremlin mengatakan, sesaat sebelum MH-17 rontok oleh tembakan rudal ada pesawat jet tempur Ukraina melintas di kawasan udara yang sama. Intinya, Rusia menuduh justru AU Ukraina yang sengaja menembak jatuh pesawat sipil milik Malaysia Airliines itu.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko dengan tegas membantah tudingan tak berdasar tersebut.

Perang saudara

Pihak otoritas Malaysia yang menerima black box tersebut mengatakan, kondisi ‘kotak hitam’ yang menyimpan semua data penting penerbangan MH-17 dari Amsterdam menuju kawasan udara Ukraina Timur itu masih dalam kondisi bagus.

Sementara, sedikitnya 282 jenazah korban MH-17 sudah berhasil dievakuasi dan kini diberangkatkan dengan KA berpendingin dari Torez menuju Donetsk untuk bisa dilakukan proses identifikasi oleh para ahli forensik. Para ahli forensic dari Belanda dan Malaysia akan ‘mengawal’ gerbong-gerbong khusus dengan pendingin es ini mulai dari kota Kharkiv.

Donetsk KA by Houston Chronicle

Kereta jenazah: Sebuah KA dengan gerbong berfasilitas pendingin es mengangkut jenazah para korban tewas dalam tragedi penembakan Malaysia Airlines MH-17 di kawasan Grabovo, Ukraina Timur. (Houston Chronicle)

Perang saudara di Ukraina Timur meletup sejak April 2014, tak lama setelah Presiden Poroshenko naik tahta. Ia segera memerintahkan pasukannya untuk meredam aksi separatism yang dipelopori oleh kaum milisi militant pro Rusia. Sejauh ini, tak kurang sudah 1.000-a orang menjadi korban tewas dalam perang saudara ini.

Konflik politik dan berakhir dengan duel senjata antara Ukraina-milisi Pro Rusia muncul, tak lama setelah Crimea di Ukraina Tenggara ‘dicaplok’ oleh Rusia atas alasan sejarah. Moskwa mengklaim Crimea dulu aslinya memang masuk wilayah territorial Kekaisaran Rusia.

Sumber: BBC

Kredit foto: Penyerahan dua kotak berisi data penerbangan MH-17 kepada otoritas Malaysia di Donetsk, Ukraina Timur oleh perwakilan kaum separatis pro Rusia. (CBC)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.