Beruntung

Ayat bacaan: Yosua 1:8
=================
“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

Dalam pertandingan-pertandingan olah raga kita sering mendengar para komentator menyebutkan kata beruntung dan kurang beruntung. Beruntung atau tidak itu ada diluar skill atau kemampuan, teknik atau penguasaan dan sebagainya. Skill oke, tapi ternyata bola melenceng diluar gawang, atau bola menyangkut di net dalam pertandingan bulu tangkis, itu artinya kurang beruntung. Penjagaan ketat, tapi bisa menjebol gawang, itu namanya beruntung. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali orang pun menggantungkan alasan pada faktor keberuntungan ini. Lucunya ada banyak orang yang hanya berkata bahwa mereka belum beruntung tapi sesungguhnya mereka belumlah sepenuhnya serius dalam mengusahakan sesuatu. Faktor keberuntungan setiap orang pun kita anggap beragam. Ada yang selalu, ada yang sering, ada yang jarang malah ada yang merasa bahwa ia justru sebaliknya, sial melulu. Orang biasa menganggap bahwa keberuntungan itu adalah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, tetapi ternyata Alkitab mengatakan bahwa keberuntungan pun datangnya dari Tuhan. Bagi kita sebuah keberuntungan bisa jadi mengejutkan, tapi itu sebenarnya tetap saja tidak akan pernah terjadi tanpa sepengetahuan Tuhan.

Akan hal ini kita bisa melihatnya dalam kitab Yosua. Pada awal kitab ini diceritakan bahwa Yosua menerima tugas maha berat untuk menggantikan peran Musa. Siapa yang tidak gemetar menerima tugas seperti ini, terlebih setelah ia melihat langsung sikap keras kepala bangsa Israel sepanjang perjalanan disaat ia masih menjabat sebagai abdi Musa? ia sempat ragu dan gentar. Siapa yang tidak? Menuntun bangsa yang tegar tengkuk, ahli dalam bersungut-sungut dan juara melawan, itu akan sama rasanya seperti bunuh diri. Seandainya anda menjadi Yosua, tentu anda pun merasa gentar seperti Yosua. Tapi Tuhan dengan tegas memilih Yosua, dan itu sudah Dia rencanakan sejak semula. Dari mana kita tahu? Mari kita lihat fakta ini. Yosua sudah melalui proses pelatihan yang begitu panjang sejak menjadi abdi Musa di masa mudanya. Ia terus ada bersama Musa dan belajar mengenai kepemimpinan, dan tentunya menyaksikan langsung dengan mata kepala sendiri bagaimana penyertaan Tuhan terus menerus hadir dalam perjalanan panjang tersebut. Bahkan pada suatu kali ia pun turut serta ketika Musa berhadapan langsung dengan Tuhan, muka dengan muka di dalam kemah. “Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.” (Keluaran 33:11). Jadi Yosua memang sudah sejak awal dipersiapkan oleh Tuhan untuk menjadi penerus Musa. Tetapi tetap saja pada saat waktu bagi Yosua untuk memimpin tiba, ia sempat merasa ragu dengan kesanggupannya. Dan Tuhan pun memberi nasihat kepadanya seperti yang bisa kita baca pada awal kitab Yosua ini. Dan disinilah kita kemudian menemukan kata “beruntung”, yang ternyata bukan sekedar kebetulan, tapi punya kunci agar bisa kita peroleh. Perhatikanlah kedua ayat berikut ini:

“Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:7-8)

Dari ayat diatas kita bisa melihat bahwa ada dua kunci atau petunjuk diberikan Tuhan agar kita bisa beroleh keberuntungan, yaitu:
1. Kita harus menguatkan dan meneguhkan hati, dan
2. Kita harus merenungkan, memperkatakan dan melakukan Firman Tuhan siang dan malam
Inilah dua syarat yang akan mampu membawa keberuntungan dalam hidup kita. Bahkan dalam ayat 8 kita bisa melihat bahwa tidak saja keberuntungan, tetapi keberhasilan pun menjadi bagian kita apabila kita melakukan tepat seperti apa yang diperintahkan Tuhan.

Ada perbedaan nyata antara sebuah keberuntungan dan keberhasilan. Keberhasilan adalah sebuah proses, sesuatu yang bisa kita raih dengan kerja keras, ketekunan dan perjuangan. Sebagai sebuah proses, keberhasilan itu butuh waktu, yang terkadang bisa sangat panjang jangka waktunya. Keberhasilan bukanlah sebuah rejeki nomplok yang bisa kita raih dalam sehari saja. Sedang keberuntungan adalah sesuatu yang datang tidak terduga oleh kita. Lewat Firman Tuhan hari ini kita pun sadar bahwa keberuntungan bukanlah kebetulan semata, tetapi merupakan hasil dari campur tangan Tuhan setelah kita melakukan perintahNya.

Selanjutnya mari kita perhatikan bahwa kata “kuatkan dan teguhkan hatimu” diulang hingga dua kali mulai dari ayat ke 6 dengan penekanan yang lebih dalam ayat ke 7. Ini menunjukkan betapa pentingnya hal ini untuk kita perhatikan dalam menjalani kehidupan kita. Betapa seringnya kegagalan bukan berasal dari faktor luar, tapi justru berasal dari permasalahan internal dalam diri kita sendiri. Kita terlalu cepat putus asa, menyerah dalam menghadapi masalah. Tuhan tahu itu makanya Tuhan menganggap penting untuk mengulang pesan ini hingga dua kali. Kemudian kita pun diingatkan agar tidak mengabaikan Firman Tuhan, tetapi haruslah membaca, merenungkan, memperkatakan dan mengaplikasikannya dalam hidup kita. “Bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah Kuperintahkan kepadamu” atau “sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya” kata Tuhan. Itu menyatakan keharusan agar kita tetap melangkah bersama Firman Tuhan. Dalam keadaan, situasi atau kondisi apapun kita wajib berpegang erat pada Firman Tuhan. Yesus juga mengingatkan hal tersebut. “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 15:7).

Sekarang, coba bayangkan sebuah kehidupan yang dipenuhi oleh keberhasilan dan keberuntungan. Bukankah itu terdengar sangat indah? Bukan hanya salah satu, tetapi keduanya bisa kita peroleh lewat kunci yang telah diberikan Tuhan langsung. Taatlah, lakukanlah sesuai Firman Tuhan, dan tetap kuatkan serta teguhkan hati. Itu akan membawa hidup kita masuk ke dalam sebuah hidup dimana keberhasilan dan keberuntungan bukan lagi sesuatu yang langka untuk kita nikmati.

Keberhasilan dan keberuntungan akan menjadi bagian dari perjalanan kita jika kita melakukan syaratnya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

5 pencarian oleh pembaca:

  1. Jamita markus 9:38-50
  2. markus 9 : 38 - 50
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.