Bertobat

Ayat bacaan: Yoel 1:14
=================
“Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah TUHAN, Allahmu, dan berteriaklah kepada TUHAN.”

bertobat

Ada banyak penyebab datangnya banyak permasalahan dalam hidup kita. Salah satu penyebabnya tentu karena kita menjauh dari Tuhan, melanggar perintah-perintahNya, menjauh dariNya dengan melakukan segala sesuatu yang cemar dan tercela. Akibatnya masalah pun datang silih berganti. Mulai dari sakit, kesulitan keuangan, usaha atau karir yang merosot drastis, kehidupan keluarga yang menjadi tidak lagi harmonis, kegagalan studi dan lain-lain. Tidak jarang pula masalah-masalah ini datang serentak, membuat kita semakin lama semakin hancur. Ironisnya, ada banyak orang yang justru mengambil langkah yang semakin salah dalam menghadapi ini. Daripada bertobat dan kembali kepada Tuhan, pilihan yang diambil justru mencari jawaban lewat okultisme. Akibatnya malah semakin runyam. Menjelang tahun baru 2011 yang akan datang sebentar lagi, seruan untuk berbalik dengan pertobatan dan membenahi diri kita secara total terasa kuat dalam hati saya. Oleh karena itu saya percaya ini pesan Tuhan bagi kita semua untuk memasuki tahun 2011. Saya akan fokus kepada kitab Yoel hingga beberapa hari ke depan.

Nabi Yoel diutus Tuhan untuk menunjukkan keprihatinanNya terhadap kelakuan yang dilakukan oleh bangsa Israel. Pada saat itu perbuatan mereka sudah begitu menyakitkan hati Tuhan. Alih-alih menghargai segala pertolongan Tuhan selama ini kepada mereka, mereka justru lebih memilih untuk menyembah berhala , hidup cemar dan tercela dalam berbagai sisi. Pada saat itu kehancuran sudah didepan mata, bahkan sudah mereka alami. Mulai dari Yoel pasal 1 kita sudah bisa menyaksikan apa yang terjadi kepada mereka pada saat itu. “Apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap.” (Yoel 1:4). Lihatlah mereka mengalami rentetan kehancuran yang semakin parah, dari satu masalah ke masalah lain. Sepanjang pasal 1 hingga ke sebagian pasal 2 kita bisa melihat detail dari kehancuran bangsa Israel pada waktu itu, dan itu semua karena cara hidup dan keputusan mereka yang salah. “Pohon anggur sudah kering dan pohon ara sudah merana; pohon delima, juga pohon korma dan pohon apel, segala pohon di padang sudah mengering. Sungguh, kegirangan melayu dari antara anak-anak manusia.” (ay 12). Tapi Tuhan ternyata memiliki belas kasih yang luar biasa besar terhadap mereka. Tuhan murka, tetapi Dia memutuskan untuk memberi kesempatan lagi, mengingatkan mereka untuk bertobat melalui Yoel.Jika kita lihat dalam kitab Yeremia, Tuhan sudah berkata seperti ini tentang bangsa Israel. “Sebutkanlah mereka perak yang ditolak, sebab TUHAN telah menolak mereka!” (Yeremia 6:30). Sudah begitu kerasnya perkataan Tuhan diberikan kepada mereka, tetapi mereka tidak juga kunjung mengerti untuk bertobat.

Yoel pun menyerukan dengan tegas agar bangsa ini melakukan pertobatan nasional. “Lilitkanlah kain kabung dan mengeluhlah, hai para imam; merataplah, hai para pelayan mezbah; masuklah, bermalamlah dengan memakai kain kabung, hai para pelayan Allahku, sebab sudah ditahan dari rumah Allahmu, korban sajian dan korban curahan. Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah TUHAN, Allahmu, dan berteriaklah kepada TUHAN.” (Yoel 1:13-14). ini seruan yang seharusnya ditanggapi dengan segera untuk menghindari kemusnahan yang semakin parah yang akan mengarah kepada kebinasaan kekal.

Setiap pelanggaran terhadap firman Tuhan selalu membawa konsekuensi. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam melakukan atau memutuskan sesuatu dalam kehidupan kita. Tuhan menyerukan “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” (Galatia 6:7). Begitu menyadari bahwa kita melakukan kesalahan, sudah seharusnya kita sesegera mungkin untuk berbalik melakukan pertobatan sebelum keadaan semakin hancur. Seruan Yoel meskipun ditujukan untuk bangsa Israel pada waktu itu, tetapi masih sangat relevan untuk kita cermati, mengingat di jaman sekarangpun perbuatan-perbuatan yang menyakiti hati Tuhan masih terus terjadi dilakukan oleh ciptaanNya, termasuk dari anak-anakNya sendiri.

Tahun 2011 sebentar lagi akan hadir. Alangkah baiknya kita mempersiapkan hati kita dan membereskan semua masalah agar kita bisa memasuki tahun yang baru dengan kekudusan yang berkenan bagi Tuhan. Berkat-berkat Tuhan siap dicurahkan di tahun yang akan datang, itu pasti. Untuk itulah kita harus mempersiapkan diri kita agar semua itu tidak terhalang untuk sampai kepada kita.

Kembalilah segera kepada Tuhan sebelum terlambat

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.