Bertahan Sampai Akhir dalam Kebaikan

Kebaikan by Life Works

Jumat, 11 Juli 2014, Perayaan Wajib  St. Benediktus, Abbas 
Hosea 14:2-10; Mzm 51:3-4.8-9.12-13.17; Matius 10:16-23

“Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Matius 10:22)

APA kira-kira yang dikehendaki Yesus dari firman ini? Kepada para murid-Nya Yesus berfirman, “Kamu akan dibenci semua orang karena nama-Ku…”

Sabda ini tidak dimaksudkan sebagai provokasi, tetapi sebagai motivasi.

Para murid Yesus – termasuk di dalamnya orang-orang Kristiani – akan dibenci oleh karena nama Yesus Kristus. Yesus bahkan bersabda , “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” (Matius 10:16)

Itulah konteks kehidupan murid-murid Tuhan. Itulah situasi yang akan kita alami sebagai murid Kristus. Namun kita tidak perlu takut, ngeri atau khawatir. Seberat apa pun hidup kita, kita diajak untuk tetap bertahan sampai akhir. Barangsiapa bertahan sampai akhir, dia pasti selamat.

Bertahan sampai akhir dalam hal apa? Ya tentu saja bertahan sebagai orang baik, benar dan jujur. Bukankah Yesus sendiri juga telah bersabda, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup?” Artinya, siapa pun yang bertahan dalam kebaikan, kebenaran, dan kejujuran yang tulus pasti akan selamat.

Bertahan dalam kebaikan itu tidak mudah. Dalam situasi sosial politik seperti saat ini, kita sudah melihat siapa yang berani bertahan dalam kebaikan, kebenaran dan kejujuran siapa yang tidak. Lihatlah para politisi yang laksana kutu loncat hanya karena tak bisa menahan diri untuk mengikuti syahwat kekuasaan. Fenomena itu menunjukkan betapa penting kita bertahan sampai akhir agar selamat.

Itu berarti, jangan mudah mencari dan menempuh jalan pintas? Kesulitan demi kesulitan harus dihadapi. Tantangan demi tantangan harus diatasi. Ancaman demi ancaman tak usah ditanggapi! Bertahan dalam kebaikan sampai akhir.

Adorasi Ekaristi Abadi merupakan saat yang baik untuk menjernihkan hati, budi dan jiwa agar kita mampu bertahan dalam kebaikan, kebenaran dan kejujuran sehingga kita selamat sampai akhir. Jangan gampang bosan dan putus asa.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami mampu bertahan sampai akhir agar kami selamat dan bahagia dunia maupun akhirat, kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.