Bersyukur dan Bersukacita atas AnugerahNya yang berlimpah

tuhan itu baik

PERUMPAMAAN tentang talenta mengajak orang untuk bersyukur dan bersukacita atas anugerah yang telah Tuhan berikan. Kita tak mungkin mengembangkan dan berbagi anugerah kalau kita tidak merasakan sukacita dan syukur atas anugerah itu.

Pernah seorang pengusaha kaya ikut dalam pelayanan bakti sosial membagi-bagi sembako dan alat-alat tulis. Meskipun orang kaya ia mau turun dan bekerja. Ada hal yang menarik dari pengusaha tersebut. Sesudah pelayanan, masyarakat kampung menyediakan makan bersama ala kadarnya. Nasi dengan gudangan dan lauk gesek.

Sehabis menyatap, pengusaha itu berbisik bahwa dengan jujur ia belum pernah makan sesederhana seperti itu tetapi ia sangat merasakan sukacita. Pengalaman melayani orang-orang miskin sungguh menyenangkan hingga ia berjanji ingin ikut terlibat melayani kembali.

Suatu hari ada banjir dan sumur semua penduduk menjadi kotor dan tak layak untuk diminum dan dipakai untuk keperluan lainnya. Pengusaha tersebut ketika diminta untuk bakti sosial membersihkan sumur, dengan sukacita menyanggupinya. Bahkan ia memberikan mesin pompa untuk menyedot air sumur yang kotor beserta karyawannya tanpa mau dibayar.

Karena sukacitanya itu akhirnya ia memutuskan untuk menjadi katolik. Dan sesudah dibaptis, ia pun masih mengingat pengalaman sukacita dalam melayani orang-orang kampung itu hingga diceritakan pada orang-orang lainnya.

Sukacita dan rasa syukur merupakan kekayaan batin yang selalu menggerakkan orang untuk berbuat baik. Tanpa didasari rasa sukacita dan syukur, orang tak mungkin mampu berbuat baik.

Nah Tuhan begitu baiknya karena Ia telah membetikan berkat. Apakah aku merasakan berkatNya? Sudahkan aku mau berbagi?

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.