Bersungut-sungut dan Berbantah-bantahan

Ayat bacaan: Filipi 2:14
===================
“Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan”

bersungut berbantah

Pernahkah anda menghadapi orang yang selalu mengomel atau mengeluh ketika mengerjakan sesuatu? Dalam perjalanan saya sebagai pengajar saya berulang kali bertemu dengan orang dengan tipe seperti itu. Ketika mengerjakan sesuatu dalam tim pun demikian. Kesal juga rasanya jika kita terus mendengar omelan atau keluhan ketika kita sedang serius-seriusnya bekerja. Mereka tidak saja mengesalkan, tetapi bisa juga meruntuhkan semangat atau menghilangkan mood kita. Sebagian orang memang memiliki sifat seperti itu. Mungkin mereka memiliki tipe gampang stres, merasa menemui kesulitan ketika mengerjakan sesuatu diluar kemampuan mereka atau tidak jarang pula yang hanya berusaha mencari perhatian.

Tetap kudus dan benar dalam menjalani kehidupan di dunia ini tidaklah mudah. Kita bisa merasa terganggu atau terbelenggu ketika melihat orang-orang yang sedang menikmati segala kenikmatan dunia dengan segala bentuknya. Ada kalanya kita merasa disisihkan bahkan dihina ketika kita tidak mau ikut-ikutan untuk melakukan sesuatu yang memang bertentangan dengan firman Tuhan. Berat? Memang. Tetapi janganlah itu menjadi alasan bagi kita untuk mulai bersungut-sungut. Alkitab secara jelas sudah mengingatkan kita agar tidak terjebak untuk mulai mengeluh bahkan berbantahan dalam menjalani sebentuk kehidupan yang kudus di dunia yang penuh kesesatan ini.

Dalam surat Filipi kita bisa membaca pesan Paulus akan hal ini. Kita diingatkan agar tetap taat dan tekun mengerjakan keselamatan kita dengan rasa takut akan Tuhan, meski ada atau tidak ada yang memperhatikan kita. Pesan itu berbunyi demikian: “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan.” (Filipi 2:14). Dalam bahasa Inggrisnya dijelaskan perbedaan antara bersungut-sungut dan berbantah-bantahan. Bersungut-sungut dikatakan sebagai “grumbling, faultfinding and complaining (against God)“, alias menggerutu, menimpakan kesalahan dan protes kepada Tuhan, sedang “berbantah-bantahan” dikatakan dengan “questioning and doubting (among yourself) alias saling mempertanyakan atau meragukan dengan sesama. Ini penting untuk dilakukan “supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.” (ay 15). Paulus menekankan hal ini kepada jemaat Filipi agar jangan sampai segala pengorbanannya yang habis-habisan harus berakhir sia-sia. “..agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.” (ay 16). Apa yang diperjuangkan Paulus dalam misi mewartakan berita keselamatan sudah ia lakukan secara total. Dan dampaknya seharusnya juga berlaku bagi kita hari ini. Oleh karena itu janganlah semua itu sampai sia-sia, terlebih pula pengorbanan Kristus di atas kayu salib yang telah memberikan kita keselamatan sebagai sebuah kasih karunia dari Tuhan jangan kita sia-siakan.

Menjalani kehidupan di muka bumi ini memang tidak gampang. Namun semua itu baiklah kita hadapi dengan sukacita, tidak peduli seberapa sulitnya. Mungkin kita akan mengalami situasi disisihkan, dibuang, atau harus menahan segala kenikmatan atau kenyamanan yang terlihat sangat menyenangkan bagi orang lain, tetapi semua itu pada akhirnya akan bermanfaat bagi kita. “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18) Dan teruslah hidup dengan sukacita sejati yang berasal dari Tuhan dan bukan tergantung oleh keadaan atau situasi disekitar kita.

Bersungut-sungut dan berbantahan dapat menggagalkan kita mencapai garis akhir yang penuh kemenangan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.