Bersatu (2)

(sambungan)

Memang ada banyak denominasi, tapi janganlah terlalu cepat menghakimi bahwa denominasi yang satu lebih rendah dari yang lain, apalagi sampai menuduhnya sesat. Selama sebuah gereja mengakui Bapa, Anak dan Roh Kudus, selama gereja selalu fokus dan haus akan Tuhan, selama semuanya didasarkan pada Alkitab, maka Tuhan Yesus ada disana. Ketika ada orang yang menganggap bahwa hanya gereja dengan jumlah jemaat besar saja yang diberkati, dan menganggap enteng gereja yang jemaatnya hanya sedikit, ingatlah bahwa Tuhan Yesus hadir tidak hanya pada ribuan jemaat, tapi dengan jumlah sedikit pun yang bersekutu dalam doa, Tuhan Yesus hadir diantara mereka. Sedikit seperti apa? Alkitab mencatat kata Yesus: “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20). Dua atau tiga orang sekalipun yang berkumpul dalam NamaNya, Dia ada ditengah-tengahnya.

Alangkah indahnya jika semua gereja mendasarkan bukan pada perbedaan tapi pada kesamaan, bahwa semuanya adalah satu dalam Kristus, merupakan bagian dari tubuh Kristus. Ditengah banyaknya perpecahan, saya melihat banyak pergerakan yang menimbulkan harapan besar bagai cahaya yang muncul di tengah kegelapan. Ditengah berbagai persoalan kehidupan yang menerpa, ada banyak anak-anak Tuhan tidak lagi mempersoalkan denominasi ketika mereka berkumpul dan bersatu dalam doa di tempat pekerjaannya. Ada persekutuan-persekutuan dan pelayanan interdenominasi yang terus tumbuh, ada buletin-buletin yang menjangkau semuanya, bahkan pelayanan dan pergerakan-pergerakan lain yang tidak lagi terfokus hanya pada gereja atau denominasi tertentu. Dan disana bukan lagi doktrin atau sistem, tapi Tuhan Yesus-lah yang dipermuliakan. Latar belakang boleh berbeda, tapi satu Yesus. Dalam Yesus kita semua bersaudara tanpa peduli dimana pun kita berjemaat. Dan itu menjadi dasar kebersamaan bagi masing-masing denominasi yang berbeda. Kebersatuan kita merefleksikan Trinitas. Kemuliaan Tuhan akan terlihat melalui kita anak-anakNya dan saya yakin, Tuhan akan sangat bangga jika itu kita lakukan.

Dalam 1 Korintus 12:12-31 Paulus menguraikan panjang lebar akan hal ini. Banyak anggota, tetapi satu tubuh. “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.” (1 Korintus 12:12). Mata adalah organ tubuh penting, tapi bagaimana jika tubuh kita hanya terdiri dari mata? “Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.” (ay 21-22). Masing-masing kita sebagai bagian dari tubuh Kristus mendapat karunia tersendiri, yang jika digabungkan akan dapat menjadi kesaksian akan Kristus. Perpecahan merupakan keinginan iblis. Iblis akan selalu mempengaruhi dan menggoda agar kita terpecah.

Dalam Roma 16:17 kita diingatkan untuk waspada terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan perpecahan dan godaan. Kita harus semakin utuh dalam kesamaan, bukan malah memperbesar jurang perbedaan. Seperti pelangi yang indah karena warna-warna berbeda bersatu membentuk untaian indah di langit, begitula indahnya jika kita semua bersatu, saling dukung, saling menguatkan dan saling bantu tanpa mempersoalkan latar belakang denominasi dimana kita bertumbuh. Semua adalah anggota tubuh Kristus, dimana jika kita berkumpul atas nama Kristus, Dia pun hadir ditengah-tengah kita, di persekutuan kita, di pelayanan kita, di pekerjaan kita, di kehidupan kita.

Hendaklah kita menjadi satu, seperti Kristus ada di dalam Tuhan, Tuhan ada di dalam Kristus, dimana kita ada didalamnya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.