Bersama Yesus Kita Kalahkan Prahara

jesus dan angin ribut

Selasa 01 Juli 2014
Hari Biasa Pekan XIII
Amos 3:1-8; 4:11-12; Mzm 5:5-6.7.8; Matius 8:23-27

“Yesus berkata kepada mereka: Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya? Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.” (Matius 8:26)

SAMA seperti yang dialami para murid-Nya, mungkin kita pun sering dicekam ketakutan saat menghadapi prahara kehidupan. Gelombang badai kehidupan bisa menimpa siapa saja, termasuk kita. Dalam situasi itu, kita boleh percaya dan mengandalkan Tuhan Yesus Kristus. Dia selalu ada bersama kita!

Injil hari ini berkisah tentang prahara gelombang badai yang menimpa para murid di Danau Galilea. Yesus tidur. Para murid takut. Dalam ketidakpercayaan dan ketakutan mereka bingung.

Syukur pada Allah, mereka masih mau berlari kepada Yesus. Syukurlah, dalam keadaan itu, mereka berani menjumpai dan membangunkan Yesus. Meski Yesus menegur mereka, “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Yesus mau mengajak para murid agar tetap percaya dalam situasi apa pun, termasuk ketika menghadapi prahara gelombang badai.

Dan Yesus tetap menunjukkan kuasa-Nya. Maka bangunlah Yesus, menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Para murid heran. Bahwa Yesus mampu menguasai, mengalahkan dan menaklukkan prahara itu!

Bersama Yesus, prahara apa pun dapat dikalahkan, juga ketika ketidakpercayaan menyertainya. Alih-alih tidak hidup dalam ketidakpercayaan, baiklah kita bersatu padu menghadapi prahara kehidupan dengan tetap mengandalkan kekuatan Tuhan.

Lagu pop rohani yang bagus bisa kita lantunkan dalam situasi ini. “Kumau cinta Yesus selamanya. Meskipun badai silih berganti dalam hidupku. Ku tetap cinta Yesus selamanya….”

Adorasi Ekaristi Abadi merupakan saat-saat indah kita berserah kepada Tuhan Yesus Kristus, agar kita dikuatkan dalam menghadapi prahara gelombang badai kehidupan. Dengan demikian, kita pun dapat saling menguatkan satu sama lain.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau selalu dekat dengan kami, juga di saat kami sedang menghadapi dan mengalami prahara kehidupan ini. Semoga bangsa kami Kau hindarkan dari prahara gelombang badai kehidupan sehingga terwujudlah damai-sejahtera, kerukunan, keadilan dan kesatuan di antara semua warga bangsa. Secara khusus, sembilan hari menjelang  pilpres mendatang, semoga kami kau bebaskan dari prahara kehidupan dan kami boleh mengalami keseimbangan, kedamaian dan keselarasan, kini dan sepanjang masa. Amin.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.