Bersama Bruder Karitas di RKY, Pecandu Narkoba Sembuh dari Ketergantungan dan Pulihkan Percaya Diri (4)

Nota Pastoral 2014 poster

YANG namanya darah sudah terkontaminasi zat-zat adiktif, maka cara pertama untuk menyembuhkan para pasien pecandu narkoba adalah proses detoksifikasi di RS Panti Rapih Yogyakarta. Menurut Bruder Yoannes FC yang menemani Sesawi.Net mengunjungi zal-zal ruangan kamar pasien dan semua fasilitas RKY, proses detoksifikasi ini dilakukan secara profesional oleh para dokter yang terlatih dalam menanangani kasus penyakit kecanduan zat-zat adiktif.

“Lamanya kurang lebih dua pekan,” tutur Bruder Yoannes FC yang berkacamata sangat tebal dan kini aktif menjadi moderator milis katolik di Keuskupan Agung Semarang (KAS).

Apakah merasakan kesakitan selama dalam proses detoksifikasi ini?

Mr. X dengan tegas mengatakan: “Sakit, itu pasti. Karena selama ini tubuh kita sudah terbiasa mengonsumsi barang begituan, lalu tiba-tiba selama dua pekan kita tidak boleh lagi mengonsumsi. Tekad hati sudah besar, namun apa daya karena fisik tetap ingin ‘minta jatah’ terus,” tuturnya menggambarkan betapa jahatnya narkoba yang telah merusak ‘sistem kerja’ dalam tubuh dan darah kita hingga maunya menuntut harus ada ‘supply’ masuk.

Namun, lanjut pemuda dari Kelapa Gading itu, kalau tahapan pertama ini sudah berlalu maka tahapan lain akan bisa dimulai.

Itu pun juga tak gampang.

Meski hati sudah tekad bulat dan darah sudah ‘dibersihkan kembali’, namun ‘chip’ di sistem syaraf otak manusia teta saja ingin tetap minta ‘jatah’. “Dan itulah susahnya,” kata dia.

Pada saat-saat seperti itu, konseling dan pendampingan pasien menjadi sangat mendesak dan krusial.

Mgr Pujasumarta dan Br Yoannes FC di Nandan

Bersama Bapak Uskup Agung Keuskupan Semarang: Sesaat sebelum berlangsung acara rilis Nota Pastoral 2014 KWI tentang bahaya dan pencegahan terhadap narkoba di Pusat Rehabilitasi Pasien Narkoba di RKY Nandan, Yogyakarta, Uskup Agung Keuskupan Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta sempat bercengkarama dengan Br. Yoannes FC di Biara Bruderan Karitas, persis berselebahan dengan RKY. (Sesawi.Net/Mathias Hariyadi)

Intinya, kata Br. Yoannes FC, para koleganya itu dengan tekun terus mendampingi mereka tanpa henti. “Memberi motivasi kepada mereka untuk tetap maju dan jangan mundur lagi,” terangnya menyederhanakan proses pemulihan motivasi diri ini.

Selain program konseling untuk mengolah hati dan jiwa manusia, kata Bruder Yoannes FC, program olah fisik dan mental pun juga dijalankan. Salah satunya adalah program menanamkan rasa tanggung jawab bersama melalui karya nyata seperti memasak, mengepel, menyapu dan lain sebagainya.

RKY ini, kata Bruder Yo, menganut sistem pendidikan tidak ada pembantu bagi para pasien yang menjalani program terapi. “Bahkan mereka pun memasak untuk kepentingan bersama,” tutur Br. Yo.

“Kita hanya membantu berbelanjanya saja,” kata bruder alumnus STKat Pradnyawidya asal dari Surabaya ini.

Forum marah
Namanya saja para pasien pecandu narkoba. Maka, ketika ‘diperintah’ pengampu program rehabilitasi oleh para bruder FC dan beberapa tenaga lain, tak jarang para pasien ini bereaksi marah.

Br Apolonaris FC di RKY

Tenaga ahli lulusan Belgia: Selama bertahun-tahun terakhir ini, Bruder Apolonaris FC menjadi Direktur RKY sekaligus menjadi pendamping ahli untuk para pasien pecandu narkoba yang melakukan proses penyembuhan dari ketergantungan narkoba di RKY. Belajar empat tahun di Belgia untuk metode terapan penanganan pasien pecandu narkoba, tongkat kepemimpinan Br. Apolonaris FC kini beralih ke Br. Polikarpus FC, kolega sejawatnya dari Bruderan Karitas (FC) di Nandan, Yogyakarta. (Sesawi.Net/Mathias Hariyadi)

Hanya saja, kata Br. Yo, di RKY berlaku aturan sangat ketat: Dilarang marah dan apalagi mengumpat di sembarang tempat.

“Kami menyediakan forum komunikasi di sebuah ruangan khusus dimana mereka bisa saling curhat, entah rasa suka dan dongkol kepada pihak lain. Begitu keluar dari ruangan itu, semuanya sudah harus dianggap selesai dan setiap orang diajak bersikap memulai sesuatu yang baru,” terang Br. Yoannes.

Ruangan itu sendiri tidak berukuran luas. Barangkali sekitar 3×4 meter saja dengan sejumlah meja dan kursi duduk dari bahan rotan yang dibuat nyaman.

Rehabilitasi Kunci papan acara

Program acara harian: Para pasien pecandu narkoba di RKY dilatih untuk hidup mandiri dalam sebuah komunitas bersama yang bertanggungjawab. Inilah papan program acara harian dimana masing-masing diberi peran untuk bertanggungjawab atas keseharian hidup bersama dalam Komunitas RKY. (Sesawi.Net/Mathias Hariyadi)

Tidak ada ruangan ber-AC di kamar-kamar pribadi dimana para pasien itu tinggal, belajar, dan istirahat. Setiap kamar berisi maksimal hanya 2 orang saja sesuai kapasitas tempat tidur yang tersedia.

Menurut Br. Polikarpus FC yang meneruskan karya RKY ini dari tangan pendahulunya –Br. Apolonaris FC—kapasitas RKY saat ini hanya bisa menampung paling banyak 20 orang. Tempatnya memang masih terbatas, meski lahan luas di samping bekas lahan novisiat FC ini masih tersedia.

Ke depan, kata dia, pihak RKY ingin menambah fasilitas dengan projek pembangunan gedung sesuai kebutuhuan dan dana yang tersedia.

Cara gampang ke RKY

Lokasi RKY tidak jauh dari posisi destinasi wisata sejarah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yakni Monumen Yogya Kembali atau lazim dikenal sebagai Monjali. Posisi RKY kalau dari arah Utara (Monjali, Hyatt Hotel) adalah menuju ke arah Selatan (Jetis, Tugu, Stasiun KA); berjarak hanya sekitar 300 meter dari perempatan Monjali dan ada di posisi kanan jalan.

Di situ ada gang kecil masuk pedusunan. Ikuti gang kecil yang bisa diakses dengan mobil ini secara lurus kedepan; sedikit ada belokan dan ikuti jalan lurus ke depan 10 meter maka akan bertemu dua bangunan lembaga katolik yakni SD-SMP Karitas Nandan dan Wisma Sang Penebus Redemptoris tempat para frater CSsR dari Pulau Sumba di NTT belajar filsafat dan teologi di Fakultas Teologi Wedabakti Universitas Sanata Dharma di Kentungan, Yogyakarta.

Posisi RKY persis di depan SD-SMP Karitas dengan sedikit menyusuri jalan lurus tidak sampai 10 meter di depannya. Posisi RKY ada di seberang kanan jalan.

Alamat lengkapnya:

Yayasan Katolik Kunci/Rehabilitasi Kunci Yogyakarta (RKY)

Dusun Nandan, Sariharjo, Ngaglik,

Kabupaten Sleman,

DI Yogyakarta 55581

Telepon  (0274) 624747

E-mail: apolonaris_setara@yahoo.com, apolonarisaris2007@gmail.com

Tautan:

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.