Berpikir Positif, Bersikap Rendah Hati, Melangkah Dalam Iman


ORANG Yahudi sulit menerima pesan pertobatan yang dibawa oleh Yohanes Pembaptis karena cara hidupnya yang bermati raga. Namun mereka pun menolak kabar sukacita yang diwartakan Yesus, karena Ia makan dan minum dengan orang berdosa. Mereka menutup telinga dan hati, keras kepala dan merasa diri paling benar sehingga mereka gagal melihat jalan keselamatan yang ditawarkan Tuhan.


Lewat SabdaNya pada hari ini, kita disadarkan bahwa:

Kita bukan manusia sempurna, oleh sebab itu terimalah sesama dengan kelebihan dan kekurangannya. Jangan mudah berburuk prasangka terhadap orang yang penampilan lahiriahnya ‘kurang sesuai’ di mata kita. Sadari bahwa kita dipanggil untuk saling melengkapi, saling mendukung untuk bersama-sama melangkah menuju keselamatan.Dalam menghadapi permasalahan, hendaknya belajar untuk bersikap optimis dan berpikir positif. Pasti ada hal yang baik, yang dapat kita petik dan pelajari dari suatu kegagalan atau peristiwa yang pahit dan menyakitkan.

Mari ubah cara pandang dan berpikir kita, jangan membatasi karya Tuhan. Karena Ia dapat bekerja lewat siapa saja, lewat peristiwa apa pun. Tumbuhkan semangat kerendahan hati, senantiasa berpikir positif dan melangkah dalam iman.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: