Beri Tempat untuk Kasih Allah

Sebuah pesan kebijaksanaan dari Yesus untuk bersikap rendah hati dan memperhatikan orang-orang kecil yang tidak dapat membalas budi kepadamu. Tafsiran ini tidak salah, karena memang ada kedua pesan ini dalam Injil (Luk. 14:1.7-10). Dan itu juga sudah mendalam. Tidak ada di antara kita yang mencoba melaksanakan pesan Yesus sebagai pedoman melaksanakan pesta.

Paling-paling kita mengadakan pesta di Panti Asuhan. Tetapi apakah Yesus hanya sekedar memberi pesan bijaksana tentang bersikap dalam pesta? Lukas menyebutkan Yesus menceritakan “perumpamaan”. Kita tidak biasa mendengar perumpamaan sebagai sebuah nasihat kebijaksanaan. Kita biasanya mendengar perumpamaan sebagai kisah Anak Hilang, Orang Samaria yang baik dan yang seperti itu. Tetapi kedua nasihat ini adalah perumpamaan. Sebuah kisah yang dipakai Yesus untuk melukiskan tentang Kerajaan Allah. Apa yang ingin disampaikan Yesus tentang Kerajaan Allah?

Dalam berbagai perumpamaan tentang pesta – yang menggambarkan tentang Kerajaan Allah – pesta itu selalu dilukiskan berkelimpahan dan yang hadir, bukan yang seharusnya diundang, tetapi orang-orang kebanyakan, yang tidak layak atau tidak biasa diundang. Dalam perumpamaan kali ini pada pesan ‘merendahkan diri’, maksudnya, sediakanlah tempat terhormat bagi mereka-mereka yang kecil. Sehingga mereka tidak hanya diperhatikan dan diundang, tetapi juga dibantu untuk mendapat tempat yang terhormat, dekat dengan Allah, tuan pesta itu sendiri. Sehingga jika banyak orang yang bersedia merendahkan diri, makin banyak tempat tersedia bagi mereka yang kecil dan terabaikan.

Bagi kita sekarang ini, pesan Yesus itu berarti membantu sesama, yang kecil dan tak berdaya agar mereka dapat lebih mudah menemukan Tuhan dalam hidup mereka karena tindakan rendah hati kita. Kita memudahkan hidup mereka sehingga hidup mereka menjadi lebih penuh syukur kepada Allah. Dan siapa mereka itu? Tidak harus orang jauh. Orang-orang terdekat kita, yang justru seringkali terabaikan dan terlupakan dari perhatian kita. Kehadiran anggota keluarga kita, seringkali begitu kita anggap biasa dan sudah diandaikan, sehingga mereka mudah tersingkir atau terluka oleh ketidak perhatian kita.

Berbahagialah suami-istri yang terus saling memberi perhatian, perduli dan menyayangi, meskii lonceng perkawinan sudah lama berhenti.
Berbahagialah suami-istri yang tetap sopan dan saling menghormati seperti mereka melakukannya kepada teman-teman mereka.
Berbahagialah mereka yang mengasihi pasangannya lebih dari pada orang sedunia dan yang dengan sukacita memenuhi janji perkawinan mereka seumur hidup, dalam kesetiaan dan saling menolong satu sama lain.
Berbahagialah yang menjadi orang tua karena anak-anak adalah warisan titipan Allah.
Berbahagialah mereka yang ingat untuk bersyukur untuk rejeki sebelum memakannya dan mereka yang menyediakan waktu tiap hari untuk membaca Kitab Suci dan berdoa bersama.
Berbahagialah pasangan yang tak pernah berbicara keras satu sama lain; yang menjadikan rumah mereka tempat dimana jarang terdengar kata-kata yang menjatuhkan semangat.
Berbahagialah suami-istri yang dengan setia menghadiri Perayaan Ekaristi di Gereja dan yang bekerja sama dalam Gereja untuk kedatangan Kerajaan Allah.
Berbahagialah suami-istri yang dapat mengatasi masalah penyesuaian diri tanpa campur tangan keluarga yang lain.
Berbahagialah pasangan yang memiliki pengertian yang utuh tentang masalah keuangan dan mengembangkan prinsip kesetaraan, dengan keuangan ada dalam kontrol berdua.
Berbahagialah suami-istri yang dengan rendah hati membaktikan hidup dan rumah mereka bagi Kristus dan yang melaksanakan ajaran Kristus di rumah dengan tidak cinta diri, setia dan mengasihi.
Berbahagialah kita, jika kita dapat saling menolong menyediakan tempat di surga, seingga setiap kita dapat saling membantu untuk menemukan Allah hadir dalam hidup kita. Berbahagialah kita, karena dengan demikian kita saling menyediakan tempat dimana Allah dapat meraja dalam hidup setiap kita dan kita bersama; sekarang sampai selama-lamanya. Amin.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.